Breaking News:

Bekas Kabiro Kesra dan Katim Evaluasi Dana Hibah Ponpes Ditahan, Ini Kata Jubir Gubernur Banten

Perintah Gubernur bukan perintah untuk melakukan perbuatan melawan hukum, tapi perintah untuk mengimplementasikan program

Editor: Agung Yulianto Wibowo
dokumentasi pribadi
Jubir Gubernur Banten Wahidin Halim, Ujang Giri. 

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menangkap dua tersangka kasus dugaan korupsi bantuan dana hibah pondok pesantren (ponpes), Jumat (21/5/2021).

Dua orang berisinial TS dan IS itu diduga terlibat dalam pemotongan dana hibah ponpes yang bersumber dari APBD Provinsi Banten 2018 dan 2020 sekitar Rp 117 miliar.

IS adalah bekas kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten dan TS bekas ketua tim evaluasi dalam penganggaran hibah pondok pesantren pada 2018 dan 2020.

Baca juga: Dana Hibah Ponpes di Banten Disunat, Kali Ini Mantan Kabiro Kesra dan Katim Evaluasi Ditahan 

Jubir Gubernur Banten Wahidin Halim, Ujang Giri, mengatakan gubernur memerintahkan pencairan dana hibah ponpes bukan dengan cara-cara yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan.

Pria yang akrab disapa Ugi ini membantah adanya pernyataan kuasa hukum IS, yang mengatakan kliennya adalah korban karena diperintah gubernur untuk mencairkan dana hibah ponpes.

"Perintah Gubernur bukan perintah untuk melakukan perbuatan melawan hukum, tapi perintah untuk mengimplementasikan program sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Ugi lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Jumat malam.

Baca juga: FSPP Banten Dukung Kejati Banten Usut Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes

Dia meminta untuk tidak salah menafsirkan perintah tersebut, karena perintah gubernur adalah berdasarkan aturan, satu di antaranya berdasarkan peraturan gubernur.

"Peraturan gubernur tentang pedoman pemberian dana hibah dan bansos yang bersumber dari APBD Provinsi Banten merupakan pedoman pelaksanan yang harus diimplementasikan."

"Itu yang diperintahkan gubernur soal program hibah, gubernur tidak memerintahkan di luar peraturan yang telah ditetapkan," ucapnya.

Ditahan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved