Kisah Bambang Irawan Manfaatkan Stik Es Krim jadi Miniatur Kapal Hingga Terjual di Luar Cilegon
Hobi dan keahlian itu ditekuninya selama sepuluh tahun terakhir hingga akhirnya ia memutuskan menjual karya kerajinan tangannya itu.
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Sebagian besar warga membuang bagian stik atau gagang begitu selesai makan es krim.
Namun, di tangan Bambang Irawan (40, sampah stik es krim dimanfaatkan menjadi sebuah karya kerajinan tangan miniatur kapal yang mempunyai nilai jual tinggi.
Bambang membuat sejumlah miniatur kapal tersebut dari rumahnya di Lingkungan Cilentrang RT 02/01, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten.
Saat TribunBanten.com mengunjungi di rumahnya, Sabtu (29/5/2021), Bambang tampak sibuk membuat miniatur kapal dengan berbahan stik es krim.
Baca juga: Kisah Perajin Asal Kabupaten Serang, Buat Miniatur dari Limbah Kayu Jadi Cendera Mata di Acara PBB
Bapak dua anak itu menceritakan, sebenarnya dirinya bekerja sebagai toolman di SMK Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS) Kota Cilegon, sejak 2001.
Namun, ia memanfaatkan waktu senggang dengan mencari pendapatan tambahan yang berasal dari keahlian lainnya.
Baca juga: Kisah H Aliyudin, Mantan Direktur PDAM yang Banting Setir jadi Perajin Miniatur Bambu
Ia menceritakan, dirinya mulai belajar membuat miniatur secara autodidak selepas lulus SMP.
Tak dinyana hasil karyanya terbilang bagus dan dipuji beberapa keluarga dan temannya.
Ada kepuasan tersendiri di diri Bambang setelah berhasil membuat miniatur tersebut.
"Dari SMP saya sudah bisa bikin kaya gini, awalnya becak sama mobil, terus pas lulus STM nyoba-nyoba bikin kapal," ujar Bambang.
Hobi dan keahlian itu ditekuninya selama sepuluh tahun terakhir hingga akhirnya ia memutuskan menjual karya kerajinan tangannya itu.
"Kadang bikin sampai banyak begitu terus ya sudah dibiarkan saja sampai jamuran dan rusak juga," tambah Bambang.
Baca juga: Hasil Perajin Miniatur dari Limbah Kayu Tembus Pasar Eropa, Hasilkan Keuntungan Puluhan Juta Rupiah
Ia lantas mencoba memanfaatkan stik es krim itu untuk dijadikan minitur becak dan mobil.
Semula, ia membuat miniatur kapal berbahan dasar dari pelepah pohon palem dan kulit kelapa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bambang-iriawan-membuat-miniatur-kapal-di-cilegon.jpg)