Ditunda Lagi, Kemenag Minta 9.461 Calon Jemaah Haji Banten Bersabar
Sebanyak 9.461 calon jemaah haji di Provinsi Banten gagal berangkat ke tanah suci Arab Saudi pad 2021.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Dengan alasan pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian kepada pemerintah Indonesia.
Kemudian yang persiapan yang harus disiapkan juga masih banyak kata dia.
"Sehingga kita tidak mempunyai banyak waktu untuk memberangkatkan ibadah haji pada tahun 2021 ini," ucapnya.
Di samping itu kata dia biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 2021 juga belum dibahas di DPR.
"Itu juga yang penting, belum dibahas terkait BPIH itu," kat dia.
Kemudian alasan lain juga lanjut dia, yaitu ibadah haji di masa pandemi ini ada banyak persoalannya
Di mana Arab Saudi hanya mengumumkan, jumlah kuota haji sedunia tahun ini sejumlah 60.000.
Adapun pembagiannya yaitu sebanyak 15.000 diperuntukan untuk calon jemaah haji yang berasal dari negara Arab Saudi dan 45.000 jemaah lainnya untuk seluruh calon jemaah haji di dunia.
Sementara kuota jemaah haji di Indonesia sendiri, berjumlah sebanyak 221.000 jemaah.
"Kuota yang tersisa saja hanya 45.000, sementara kuota jemaah haji kita 221.000 berapa kuota yang akan diberikan untuk negara kita. Kalau diberikan hanya 10.000, ini juga akan menjadi masalah," ujarnya.
Kemudian ibadah haji di masa pandemi ini, tentu berbeda dengan ibadah haji di masa normal.
Kalau ibadah haji di masa normal, ibadah haji itu pelaksanaannya selama 42 hari.
Tetapi pada masa pandemi ini kata dia, pelaksanaannya dikurangi.
Misalnya kata dia, pada saat di asrama jemaah haji akan dikarantina selama 3 hari, setelah dikarantina kemudian diberikan antigen.
"Kalau dinyatakan positif maka akan ditunda keberangkatannya sampai menunggu sehat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/thawaf-di-kabah-haji-dan-umrah.jpg)