Wapres Maruf Amin: Pancasila Tak Bertentangan dengan Ajaran Agama Islam, Ini Alasannya

Wakil Presiden Maruf Amin mengenalkan pemikiran Darul Misaq. Darul Misaq sebagai jalan tengah atas pandangan Islam dan NKRI

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Wakil Presiden Maruf Amin 

Kenyataan ini, bila tidak ditangani secara serius, segera, dan komprehensif dapat menurunkan semangat, mengoyak dan merobek ikatan kebangsaan Indonesia.

Baca juga: Wakil Presiden Maruf Amin Divaksin, Berikut Syarat Lansia untuk Ikut Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Kalah di Pilkada Tangsel, Azizah Belum Beri Tahu Wapres Maruf Amin, Saraswati Belum Telepon Prabowo

Acara bedah buku itu diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-57, Universitas Negeri Jakarta.

Kegiatan bedah buku ini dilaksanakan secara _hybrid_, yakni luring dan daring melalui zoom dan live streaming kanal youtube Edura TV.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin mengatakan, buku itu merupakan oase dan sekaligus solusi dalam mengatasi problematika ikatan kebangsaan yang tengah menghadapi tantangan besar era disrupsi dan segala derivasinya.

Konsepsi Darul Misaq yang digagas oleh Prof. Dr. (HC). K.H. Ma’ruf Amin telah melalui proses Panjang pergulatan pemikiran, genealogis, dan empirik sang Empunya.

"Sejak pergulatannya di dunia pesantren, kampus, organisasi kemasyarakatan, organisasi politik, hingga pemerintahan," kata dia.

Konsepsi Darul Misaq secara detail, tidak hanya menjelaskan konteks sosial politik yang melatarbelakangi munculnya terminologi Darul Misaq, tetapi juga pembahasan mendasar tentang Darul Misaq dalam bingkai teologis, sosial, politik, pendidikan, dan kebangsaan.

“Dalam konteks bidang pendidikan, konsepsi Darul Misaq menjadi diskursus penting yang relevan dan solutif di tengah problematika pendidikan nasional yang minus dan hampa kesadaran kebangsaan. Selanjutnya, konsepsi Dārul Mịṡāq dapat menjadi jembatan bagi lahirnya kurikulum Pendidikan nasional yang berwawasan kebangsaan. Kurikulum Pendidikan kebangsaan yang bertujuan untuk melahirkan kecerdasan kewargaan digital yang pancasilais, moderat, dan berakhlaqul karimah.” ungkapnya.

Sedangkan menurut Prof. Dr Nadiroh, M.Pd, salah satu narasumber dalam kegiatan bedah buku dan juga Direktur Pascasarjana UNJ mengatakan bahwa makna Darul Misaq merupakan realitas keragaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Internalisasi nilai Darul Misaq dapat dilalui dengan melalui adaptasi dan transformasi, ungkap Prof. Nadiroh.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Presiden RI, Prof. Ma'ruf Amin dan Rektor UNJ, Prof. Komarudin. Kegiatan bedah buku ini menghadirkan sederet tokoh, dalam bedah buku kali ini seperti dua pembahas 1) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D 2) dari dosen Filsafat Ketuhanan STF Driyarka, Dr. Simon Petrus Lili Tjahjadi. Untuk pengatar diskusi diisi oleh 1) Staf Khusus Wakil Presiden, Prof. Dr. Masykuri Abdillah 2) Pakar Pendidikan, Prof. Dr. Azyumardi Azra 3) Direktur Pascasarjana UNJ, Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd, untuk penyaji diisi oleh Dr. Rahmat Edi Irawan selaku ketua tim Penulis dan di moderatori oleh Drs. M. Fakhruddin, M.Si selaku dosen FIS UNJ.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved