Breaking News:

Pilkades Serentak di Lebak

Pilkades Serentak di Lebak Tetap Digelar Meski Zona Merah, Pengamat: Keputusan Kurang Tepat

ia menyatakan seharusnya para pejabat Pemkab Lebak lebih memikirkan keselamatan masyarakatnya dibandingkan melaksanakan agenda politik pilkades

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Tribunnews.com
Ilustrasi Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades Serentak 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Mathlaul Anwar, Eko Supriatno, menyayangkan keputusan Pemerintah Kabupaten Lebak yang berencana tetap menggelar Pilkades Serentak di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Apalagi, saat ini wilayah Kabupaten Lebak masuk zona merah dengan tingkat risiko penularan tinggi.

Menurut Eko, pelaksanaan pilkades akan memunculkan kerumunan dan berpotensi terjadi penyebaran virus Corona.

"Seharusnya ditunda dong. Saya yakin banyak penolakan yang timbul di lapangan. Keputusan melanjutkan pelaksanaan pilkades tersendiri menurut saya sangat kurang tepat," ujarnya saat dihubungi, Rabu (30/6/2021).

ia menyatakan seharusnya para pejabat Pemkab Lebak lebih memikirkan keselamatan masyarakatnya dibandingkan melaksanakan agenda politik pilkades tersebut. 

Baca juga: Pilkades Serentak di 266 Desa di Lebak Tetap Digelar Meski Kasus Covid Tinggi Pemkab Lebak

Baca juga: Pilkades Serentak di Kabupaten Pandeglang Tetap Digelar di Tengah Pandemi Covid-19

Belum lagi potensi kerumunan massa di kampung-kampung saat kampanye pilkades.

"Jangan sampai terjadi pelanggaran prokes dan money politics yang dapat saja dijadikan sebagai cara untuk mendapatkan dukungan masyarakat saat pandemi seperti ini, dimana banyak masyarakat yang butuh uang," terangnya.

Ilustrasi wilayah zona merah
Ilustrasi wilayah zona merah (https://covid19.go.id/)

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lebak, Babay Imroni mengatakan Pilkades Serentak di 266 desa di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak akan digelar sesuai jadwal, yakni September 2021.

"Tidak ada pengunduran ataupun penundaan pilkades. Kami akan tetap laksanakan sekalipun di tengah tingginya kasus. Insya Allah aman dan dapat dikendalikan," ujar Babay saat dihubungi, Senin (28/6/2021).

Ia mengatakan saat ini tahap persiapan telah dilakukan dengan melakukan rekrutmen panitia pelaksana pilkades, baik petugas keamanan hingga pelipat kertas suara calon.

Baca juga: Covid-19 Makin Tinggi, Pilkades Serentak di 77 Desa Kabupaten Tangerang Ditunda

Baca juga: Masuk Zona Merah dan Kasus Covid-19 Anak Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka di Lebak Ditunda

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menunjukan kasus Covid-19 di Lebak bertambah 135 orang dalam sehari terakhir pada Selasa, 29 Juni 2021. 

Dengan tambahan itu, total kasus Covid-19 di Lebak sebanyak 4.557 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 895 orang dirawat, 3.570 orang sembuh dan 92 orang meninggal.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved