Breaking News:

Menghindari Gagal Paham, Ini Pengertian, Karakter, dan ke Mana Harus Mengadu Soal Asuransi Unitlink

Ini yang perlu kita edukasi karena bukan hanya masyarakat awam, tapi mereka yang teredukasi seperti pejabat juga protes

Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Tangkapan layar webinar series
Media Asuransi menggelar Webinar Series TV Asuransi 2021 bertema "Menghindari Gagal-Paham tentang Unitlink", Rabu (30/6/2021). 

- Produknya tidak bebas risiko karena tergantung pada kondisi pasar dan risiko ada di tangan pemegang polis

- Biaya premi yang harus dikeluarkan lebih besar dibandingkan premi asuransi tradisional

- Di dalam produk unitlink secara umum terdapat biaya akuisisi, biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya pengelolaan.

Hal-hal yang harus diperhatikan calon nasabah dalam membeli produk unitlink agar terjadi kesepahaman dengan agensi asuransi.

  • Memastikan produk asuransi terdaftar dan diawasi OJK.
  • Mempertimbangkan konsekuensi atas persetujuan penggunaan data pribadi kepada perusahaan asuransi.
  • Memahami hak dan kewajiban sebagai tertanggung yang dicantumkan dalam polis asuransi unitlink.
  • Membeli produk sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
  • Jangan cepat tergiur dengan janji imbal hasil besar karena asuransi unitlink merupakan kombinsi asuransi dan investasi yang memiliki risiko fluktuasi.
  • Membeli asuransi unitlink dari agen pemasar bersertifikasi dari AAJI.

Senada Togar, Paul Kartono juga menjelaskan hal serupa.

Menurut dia, unitlink merupakan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi dan memberikan dua manfaat sekaligus dalam satu polis.

Dua manfaat itu adalah perlindungan serta investasi yang juga memiliki risiko.

Nasabah yang membeli produk unitlink tidak perlu dipusingkan mengurus dana investasi dan perlindungan secara terpisah.

Unitlink juga bersifat fleksibel karena dapat menambah manfaat.

Selain itu, masa pertanggungan asuransi unitlink cukup panjang, hingga nasabah berusia 99 tahun.

Berdasarkan jenis setoran preminya, unitlink dibedakan menjadi dua, yakni premi tunggal dan berkala.

Pada unitlink premi tunggal, nasabah wajib membayar premi tunggal secara sekaligus di muka.

Setoran preminya tergolong besar karena hanya dilakukan satu kali selama masa perlindungan polis asuransi.

Selanjutnya, nasabah tidak mempunyai kewajiban untuk membayar premi lagi.

Pada unitlink premi berkala, nasabah harus membayar premi secara berkala atau bertahap.

Tahapan pembayaran premi ini bisa setiap bulan, triwulan, atau per tahun hingga jangka waktu tertentu.

Penempatan dananya bisa di pasar uang, pendapatan tetap. campuran, ataupun saham.

Ke Mana Nasabah Harus Mengadu?

Partner Pendiri Law Firm Ricardo Simanjuntak & Partners, Ricardo Simanjuntak, mengatakan secara hukum, produk unitlink sah untuk dipasarkan di Indonesia.

Agar terjadinya kesepahaman dengan nasabah, berdasarkan Pasal 4 Ayat (1) pelaku usaha jasa keuangan wajib menyediakan dan menyampaikan informasi mengenai produk atau layanan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan.

Selain itu, pelaku usaha jasa keuangan juga harus menjelaskan porsi premi untuk asuransi dan porsi investasi secara jelas dan mudah.

Jika ada sengketa yang timbul dari produk asuransi unitlink, tidak hanya diatur berdasarkan ketentuan perdata, tapi juga tunduk pada UU Perlindungan Konsumen No 8/1999.

"Konsumen dapat melapor ke luar pengadilan, pengadilan, laporan pidana, dan juga arbitrase," kata Ricardo.

Di luar pengadilan, konsumen dapat melapor ke OJK, Biro Media Asuransi (BMA), dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Jika melapor melalui pengadilan dapat melakukan gugatan wanprestasi, small calin, atau mediasi di pengadilan.

Jika lapor pidana, dapat melapor mengenai potensi fraud (kecurangan) atau pelanggaran UU Konsumen.

Jika secara arbitrase, akan diselesaikan dengan membuat perjanjian tertulis oleh para pihak yang bersengketa. 

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved