Breaking News:

Virus Corona

Hasil Penelitian: Dua Obat Ini Berpotensi Mengobati Covid-19, Apa Saja?

Sebanyak 200 obat telah disetujui dan diprediksi mampu bekerja melawan Covid-19.

Editor: Glery Lazuardi
Google images via Tribunnews
Ilustrasi - Obat cacing Ivermectin akan diuji klinik sebagai obat Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 200 obat telah disetujui dan diprediksi mampu bekerja melawan Covid-19.

Ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim yang dipimpin para peneliti dari Milner Therapeutics Institute dan Gurdon Institute Universitas Cambridge.

Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Kamis (1/7/2021) di Science Advances.

Mereka menggunakan kombinasi biologi komputasi dan pembelajaran mesin untuk membuat peta komprehensif protein yang terlibat dalam infeksi SARS-CoV-2 — dari protein yang membantu virus masuk ke sel inang hingga protein yang dihasilkan sebagai akibat infeksi.

Dengan memeriksa jaringan ini menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (AI), peneliti dapat mengidentifikasi protein kunci yang terlibat dalam infeksi, serta jalur biologis yang mungkin ditargetkan oleh obat-obatan.

Hingga saat ini, sebagian besar pendekatan molekul kecil dan antibodi untuk mengobati Covid-19 adalah obat yang saat ini menjadi subjek uji klinis atau telah melalui uji klinis dan telah disetujui.

Sebagian besar fokusnya untuk melawan virus utama atau target inang, atau menghentikan peradangan— di mana pengobatan obat dapat digunakan sebagai intervensi.

Baca juga: Obat Ivermectin Belum Tersedia di RSUD Kota Serang

Baca juga: Kadinkes Jelaskan Ketersedian Obat Cacing Ivermectin untuk Covid-19 di Kabupaten Serang

Melansir Medical Xpress, tim menggunakan pemodelan komputer untuk melakukan pemeriksaan dari hampir 2.000 obat yang disetujui dan mengidentifikasi 200 obat yang disetujui, yang dapat efektif melawan Covid-19.

Empat puluh obat di antaranya telah memasuki uji klinis, yang menurut para peneliti mendukung pendekatan yang mereka ambil.

Ketika para peneliti menguji subset dari obat-obatan yang terlibat dalam replikasi virus, mereka menemukan, bahwa ada dua macam obat – obat antimalaria dan jenis obat yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis – tampak mampu menghambat virus corona, memberikan validasi awal berdasarkan pendekatan data mereka.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved