Breaking News:

PPKM Darurat

Cerita Pedagang Cimol 'Kucing-Kucingan' dengan Satpol PP Selama PPKM Darurat, Omzet Menurun Tajam

Sukimo biasanya berjualan di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan omsetnya Rp 1 juta per hari dengan untung bersih Rp 300 ribu.

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Mildaniati
Sukimo, pedagang cimol yang sering berjualan di jalan Griya Gemilang Sakti, Kota Serang, Kamis (8/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com.Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Penjual gorengan kentang, Cimol dan otak-otak pintar-pintar menghindari patroli petugas Satpol PP Kota Serang saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kamis (8/7/2021).

Pedagang bernama Sukimo yang biasa dipanggil Babeh berasal dari Ciwaktu Lor, Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang ini mengalami penurunan pendapatan.

Dia tutup lebih awal dibandingkan hari-hari biasanya lantaran hawatir diciduk petugas patroli yang berkeliling.

Sukimo biasanya berjualan di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan omsetnya Rp 1 juta per hari dengan untung bersih Rp 300 ribu.

Namun lantaran Kampus tutup akibat pemberlakuan PPKM Darurat sehingga ia harus berjualan di tempat lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kedua anaknya.

Istrinya sudah meninggal pada bulan ramadhan lalu akibat sakit.

Saat ini dia mengurus dua orang anaknya sendiri.

Baca juga: Dampak PPKM Darurat, Rias Pengantin Banyak Dibatalkan, Perias Buat Konten di Medsos

Dalam sehari berjualan, Sukimo biasanya mendapat untung Rp 100 ribu, dan kini pendapatannya pun menurun secara drastis.

"Keuntungnya dipake buat makan 3 orang, listrik, modal,"ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved