Breaking News:

PPKM Darurat

Ekspresi Nenek Penjual Nasi Uduk Didenda Rp 400 Ribu karena Langgar PPKM: Bayar Gimana? Tak Ada Uang

Khomaria (60), penjual nasi uduk di Kampung Rumbut, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak disanksi denda Rp 400 ribu atau satu bulan kurungan penjara.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Posko Penegakan Hukum Terpadu Tipiring PPKM Darurat di Wilayah Kabupaten Lebak Tahun 2021 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Khomaria (60), penjual nasi uduk di Kampung Rumbut, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak disanksi denda Rp 400 ribu atau satu bulan kurungan penjara.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman denda kepada Khomira karena menyalahi aturan dan melanggar protokol kesehatan pada saat penerapan PPKM Darurat.

"Menjatuhkan hukuman denda kepada saudari Khomaria berupa uang sebesar Rp 400.000 atau kurungan penjara subsider 1 bulan apabila tidak mampu membayarnya," ujar majelis hakim saat Persidangan Tipiring melalui virtual di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Detik-detik Petugas Satpol PP Disiram Air Panas Oleh Pemilik Warkop di Medan saat PPKM Darurat

Baca juga: Pedagang Terdampak PPKM Darurat di Lebak Mulai Terima Bantuan

Hukuman itu diberikan karena Khomira sudah dua kali kedapatan melayani pembeli saat malam hari ketika penerapan PPKM Darurat.

Setelah mendengarkan pembacaan putusan itu, Khomira tampak lesu.

Dia meminta agar hukuman itu dikurangi. Sebab, dia mengaku tidak mempunyai uang.

"Tolong ibu hakim, denda saya setidaknya dikurangi, karena saya hanya orang biasa," ujarnya.

Dia kebingungan saat diminta untuk membayar denda. Sebab, dia mengaku tidak membawa sepeserpun saat menghadiri sidang tindak pidana ringan itu.

"Mau minjem dulu paling kalau boleh, soalnya saya datang ke sini saja ga bawa uang. Jadi mau bayar makai apa kalau tidak ada," kata dia.

Dia menilai sanksi denda kepadanya sangat diskriminasi. Sebab, kata dia, pengusaha makanan di Lebak menerima sanksi lebih rendah.

"Cafe-cafe saja yang melanggar juga di denda Rp 250.000 ribu, kok saya gede banget," ujarnya.

Baca juga: Waspada! Modus Perusahaan Pekerjakan Karyawan Saat PPKM Darurat: Dipaksa Kerja Berujung Tak Digaji

Baca juga: PPKM Darurat, Ini Aturan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tangsel

Sementara itu, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Lebak, Anna Wahyudin mengatakan penjual nasi uduk di Lebak kerap melanggar aturan PPKM Darurat.

Bahkan, dia sudah
memperingati para penjual untuk segera tutup pada saat malam hari dan tidak boleh makan di tempat.

"Masih ada yang melanggar makan di tempat. Mereka sudah melakukan pelanggaran beberapa kali sehingga kami lakukan tindakan," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved