Breaking News:

PPKM Darurat

Puluhan Pengurus PO Bus Datangi Polsek Merak Minta Dibolehkan Menyeberang

Para pengurus bus itu berdalih tidak mengetahui adanya larangan beroperasinya bus AKAP maupun penggunaan jasa penyeberangan laut selama PPKM Darurat

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Puluhan pengurus bus mendatangi Polsek Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Cilegon, pada Senin (19/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Puluhan pengurus bus mendatangi Polsek Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Cilegon, pada Senin (19/7/2021).

Mereka minta pihak kepolisian mengizinkan terhadap 26 bus yang terlanjur sampai di sekitaran Pelabuhan Merak dibolehkan menguggunakan kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak menuju Pulau Sumatera.

Para pengurus bus itu berdalih tidak mengetahui adanya larangan beroperasinya bus AKAP maupun penggunaan jasa penyeberangan laut selama PPKM Darurat.

Seorang pengurus bus, Entong Kusnadi mengatakan sebagian besar bus yang terlanjur sampai di Pelabuhan Merak berasal dari beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Kami sudah dari jauh sampai sini, kalau tidak diberangkatkan nanti kaminya juga yang rugi," ujarnya kepada TribunBanten.com saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Pelabuhan Merak Batasi Penyeberangan Selama 18-25 Juli, Berikut Syarat agar Bisa Lewat Penyekatan

Entong mengatakan ada sebanyak 26 bus AKAP yang telah tiba di kawasan Pelabuhan Merak sejak Senin dini hari.

Bus-bus itu diparkirkan di sekitar rumah makan saat menunggu mendapatkan izin menyebrrang dari pihak kepolisian.

"Kami mah usaha saja, semoga saja diizinkan, tentunya dengan sesuai kesepakatan," tambahnya.

Puluhan pengurus bus mendatangi Polsek Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Cilegon, pada Senin (19/7/2021).
Puluhan pengurus bus mendatangi Polsek Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Cilegon, pada Senin (19/7/2021). (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Meski telah dilakukan pembicaraan, pihak kepolisian tetap menolak mengizinkan bus-bus tersebut untuk menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak.

Baca juga: Langgar PPKM, Pemilik Warkop Kaget Ditahan di Lapas Bareng Napi: Tak Ada Uang Bayar Denda Rp 5 Juta

Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Rudy Purnomo mengatakan sesuai ketentun dalam PPKM Darurat, ada beberapa syarat dibolehkannya bus AKAP beroperasi sehingga dibolehkan melewati penyekatan.

Yakni setiap sopir dan penumpang bus harus memiliki surat tes hasil swab yang menunjukkan negatif Covid-19 dan sertifikat vaksinasi pertama .

Selain itu, jumlah penumpang juga diharuskan maksimal 50 persen dari kapasitas bus.

Baca juga: Relawan Mengetuk Pintu Langit Bantu Pemakaman Jenazah Covid-19 di Cilegon Secara Gratis

"Jika tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut harus diturunkan atau busnya diputarbalikan," ujar Rudy di lokasi.

Pantauan TribunBanten.com, aparat gabungan melakukan penyekatan dan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan, termasuk bus, yang ingin menggunakan jasa penyeberangan di pintu masuk pertama Pelabuhan Merak.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved