PPKM

Pedagang Kaki Lima di Lebak Makan Sepiring Berdua Hingga Kibarkan Bendera Putih

Ia memperoleh pendapatan sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu per hari sebelum adanya PPKM Darurat.

Tayang:
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Eriwati (30), seorang pedagang es teh manis melayani pembeli di depan RSUD Dr Adjidarmo Rangkasbitung, Lebak, Rabu (21/7/2021). 

Apalagi dengan kondisi seperti ini hanya merugikan pedagang dan masyarakat miskin.

"Ini saja satu hari dagangan tidak habis. Biasanya ini saya tambah lagi minumannya dari rumah, tetapi sekarang dari pagi tidak habis-habis," tuturnya.

Pedagang gorengan bernama Warjokomulyo (25) yang berjualan di lokasi yang sama juga menyampaikan keluhan serupa.

Baca juga: 28 Pasien Corona Tewas dalam Sehari, Satgas Covid-19 Lebak Keluhkan Keterlambatan Hasil Tes

Ia mengaku kesal atas adanya perpanjangan PPKM Darurat ini.

Menurutnya, PPKM hanya membuat pederitaan masyarakat kecil terus bertambah akibat sejumlah pembatasan yang dilakukan.

"Kadang jualan saja tidak habis, kalau sudah begitu ya kita bagikan saja gorengannya ke orang yang membutuhkan," ujarnya.

Selama PPKM Darurat sendiri, ia mengaku mendapatkan pendapatan Rp 200 ribu per hari. Sebelumnya, ia bisa mendapatkan pendapatan Rp 800 ribu per hari.

Hal ini sangatlah kontras dengan realitas kehidupan selama PPKM yang dimana dirinya juga tak mendapatkan bantuan sama sekali dari pemerintah.

"Ya kita pengennya sih kembali seperti biasa saja. Jangan begini terus, bisa mati kita kalau begini terus dipaksa hidup seperti ini," katanya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved