Breaking News:

Pengakuan Korban Pencabulan Oknum Pimpinan Ponpes: Iming-iming Rp 100 Ribu untuk Dicium & Diraba

SU (65), pimpinan pondok pesantren di Rangkasbitung diduga mencabuli santriwati di ponpes.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi pencabulan, pemerkosaan dan kekerasan seksual 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - SU (65), pimpinan pondok pesantren di Rangkasbitung diduga mencabuli santriwati di ponpes.

Aksi bejat itu terungkap setelah dua santriwati melaporkan kepada orang tua mereka.

N (18), santriwati di pondok pesantren itu, mengaku perbuatan tercela itu sudah berlangsung sejak lama.

Dia mengaku masih trauma atas perbuatan yang dilakukan oleh pimpinan ponpes terhadap dia dan dua orang temannya yakni, M dan K.

N mengungkapkan pencabulan itu sudah dilakukan sejak dua tahun lalu.

Modus yang digunakan pelaku kepada korban dengan cara membayar uang kepada korban setelah meraba-raba kepada anak didiknya tersebut.

"Dulu saya di Pesantren, sama kaya kedua korban. Kejadiannya sama, dikasih uang, diraba-raba juga," ujarnya saat dihubungi, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Dari Dalam Rutan Depok, Napi Kasus Pencabulan Main HP untuk Akses Sosmed

Baca juga: Diduga Cabuli Santriwati, Oknum Pimpinan Ponpes di Rangkasbitung Nyaris Diamuk Massa

Aksi bejat itu, kata dia, dilakukan oleh pimpinan ponpes itu di dalam mobil atau dalam kamar di saat suasana pondok pesantren sudah sepi atau pada malam hari.

"Suka dikasih uang sama pelaku kadang Rp 50.000 kadang Rp 100.000. Habis itu, saya dicium, terus payudara saya dipegang dan diraba-raba sama Abah. Pernah juga waktu itu saya diajak kondangan, pas di dalam mobil kaki dan paha saya di raba-raba," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved