Breaking News:

Oknum Diduga Lakukan Pungli Bansos Tunai di Petukangan Utara, Ketua RT: Seikhlasnya Warga

Ketua RT/RW 013/01 Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Saman, memberikan klarifikasi soal tudingan meminta uang warga saat pembagian bansos

Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com/Nurwahidah
Ilustrasi uang 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua RT/RW 013/01 Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Saman, memberikan klarifikasi soal tudingan meminta uang warga saat
pembagian bantuan sosial.

Ada oknum petugas menarik pungutan sebesar Rp 10.000-Rp 20.000 per orang.

Peristiwa itu dialami warga RT 13/01 Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Warga yang merupakan penerima BST senilai Rp 600.000 dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia itu dimintai uang Rp 10.000-Rp 20.000 oleh oknum petugas.

Oknum petugas beralasan uang yang disetorkan sebagai upah atas informasi terkait pencairan BST serta biaya perjamuan petugas pos yang mengantarkan BST.

Menurut Saman, nominal uang itu tidak dipatok petugas yang merupakan kader PKK RT setempat, tetapi secara sukarela dari warga yang ingin memberi.

“Itu seikhlasnya saja bagi warga yang ingin kasih, yang tidak kasih juga nggak apa-apa,” ucap Saman saat ditemui di rumahnya, kepada Wartakotalive.com (group TribunBanten.com) pada Jumat (23/7/2021) sore.

“Dari uang itu, kami kumpulkan uangnya untuk sekadar ucapan terima kasih ke petugas pos secara sukarela, buat makan siang dan ongkos, karena sudah antar undangan ke kami,” lanjutnya.

Baca juga: Hore! Ribuan Pekerja dan Buruh di Banten Terima Bansos Selama PPKM Darurat

Baca juga: Pedagang dan Warga di Lebak tak Terdaftar Penerima Bansos Dapat Bantuan Beras 5 Kg

Selain itu, Saman mengatakan nantinya kelebihan uang dari pemberian warga secara sukarela kepada petugas tersebut diberikan kepada masyarakat yang tidak dapat bantuan bansos tunai.

“Kalau BST, kan, memang ada yang dapat, ada yang nggak. Jadi kalau ada lebih uang itu, kami bakal kasih ke warga yang nggak kebagian,” kata pria berusia 54 tahun itu.

“Kan ada yang nggak kebagian tuh, warga yang ngontrak, namanya dia nggak dapat undangan, maka kami kasih ke dia dari sisa uang itu. Dari warga untuk warga juga,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Saman kembali menegaskan hal tersebut tidak benar bahwa oknum petugas mematok uang kepada warga saat mengantar undangan BST.

“Sekali lagi, itu bohong, kalau memang benar-benar ada, saya bakalan cari siapa orangnya yang mengadukan ini, buktikan,” ujar Saman yang mengenakan masker berwarna biru itu.

Adanya dugaan pungli di RT 13 RW 01, Kelurahan Petukangan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ternyata bukan kali ini pertama saja terjadi.

Baca juga: Bulan Depan, Kemensos Gandeng Fintech untuk Salurkan Bansos, Memudahkan Penyaluran dan Pengawasan

Baca juga: Danrem 064/MY Brigjen Gumuruh Winardjatmiko Mendampingi Kapolda Berpatroli dan Bagikan Paket Bansos

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved