Virus Corona

Pandemi Corona Belum Terkendali, Sebagian Besar Pelajar Masih Jalani PJJ pada Tahun Ajaran 2021/2022

Sebagian besar para pelajar di Indonesia akan menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada tahun ajaran baru 2021-2022.

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/JEPRIMA
ILUSTRASI. Siswa menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di Balai Warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Kelurahan Kuningan Barat menyediakan fasilitas jaringan internet 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebagian besar para pelajar di Indonesia akan menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada tahun ajaran baru 2021-2022.

Hal ini, karena situasi pandemi Covid-19 di sejumlah daerah masih memperlihatkan angka kasus positif yang cukup tinggi.

Bahkan sempat mencatat angka kasus harian tertinggi selama kurun waktu 1,5 tahun pandemi Covid-19 berlangsung.

"Bagi adik-adik yang sekarang masih harus belajar dari rumah, saya harap tetap semangat dan bersabar karena kesehatan dan keselamatan kalian selalu menjadi prioritas kami," kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, dalam Webinar Hari Anak Nasional 2021 yang diselenggarakan KPCPEN Senin (26/7/2021) siang.

Baca juga: MPLS di Banten Dilakukan Online, Teknis Pelaksanaan Diserahkan ke Sekolah

Baca juga: Cerita Pelajar SMP di Lebak Usai Divaksin Covid-19: Ingin Kembali ke Sekolah, Stres Belajar di Rumah

Dia mengapresiasi seluruh anak Indonesia yang tetap menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berprestasi.

Atas kondisi itu, kata Nadiem, pihaknya termasuk guru di seluruh penjuru negeri senantiasa berupaya memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan anak-anak Indonesia.

Mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19, Nadiem menitipkan pesan agar anak-anak Indonesia dapat mengikuti seluruh protokol kesehatan, baik yang sudah disampaikan oleh orang tua, ataupun melalui sekolah-sekolah, termasuk berbagai saluran-saluran informasi yang dapat diakses melalu internet.

"Dan bagi kalian yang sudah memulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, tolong tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan," kata dia.

Baca juga: Siswa SMP dan SMA di Lebak Mulai Divaksin, Dindikbud Kembali Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka

Baca juga: SMPN 15 Cilegon Hanya Miliki 14 Murid, Tapi Ada 4.739 Siswa Tak Tertampung di Sekolah Negeri

Di kesempatan yang sama, Tiara Fairuz Alfie Airlangga tidak mampu menyembunyikan naluri alami seorang anak-anak yang rindu dengan sanak saudaranya, yang selama pandemi ini berlangsung, tidak dapat dikunjunginya.

Tiara juga rindu dengan kehidupan normalnya, termasuk.kehidupan di sekolah.

"Semoga kita bisa lebih mematuhi protokol kesehatan dan juga mematuhi semua aturan dari pemerintah supaya pandemi ini bisa cepat berakhir," katanya.

Salah satu peserta Webinar lainnya, Rachelle Kathleen Rahardjo juga memiliki harapan yang sama.

Siswi SDN 15 Mangkubumen Lor Surakarta itu berharap seluruh anggota keluarganya dapat disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

"Kalau tidak penting tidak perlu keluar rumah, karena kita tidak mau keluarga kita tertular Covid-19. Kalau ada keluarga di rumah tertular, kan kita juga bisa tertular. Dan kalau harus keluar, jangan lupa masker double," katanya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Meningkat, Pemkot Serang Siapkan Sekolah Jadi Tempat Isolasi

Baca juga: PPKM Darurat, Muhadjir Effendy Minta Pemda Tetap Prioritaskan Sekolah Tatap Muka

Menanggapi suara hati anak-anak Indonesia dalam webinar KPCPEN Hari Anak Nasional 2021 itu, Dokter Spesialis Anak Prof. DR. Dr. Soedjatmiko Sp.A mengungkapkan rasa haru sekaligus gembira karena seluruh peserta anak-anak yang hadir dinilainya telah memiliki pengetahuan yang cukup terkait virus corona yang telah menyebabkan jutaan rakyat Indonesia sakit, dan banyak diantaranya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved