Virus Corona di Banten
Lengkap! Penjelasan, Syarat, Cara, dan Stok Plasma Konvalesen PMI Banten
Sekretaris PMI Provinsi Banten, dr Rahmat Fitriadi, mengatakan bisa dikatakan tidak ada stok plasma konvalesen.
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Adapun satu pendonor rata-rata plasma konvalesennya 400-600 cc, tergantung berat badan.
Baca juga: PMI Kabupaten Serang Kini Miliki Alat Donor Plasma Konvalesen, Siap dibuka Untuk Umum Minggu Depan
"Tidak ada efek samping buat pendonor. Justru setelah donor, tubuh jadi segar," kata dr Rahmat yang juga sebagai penyintas Covid-19 ini.
Kini, penyintas bisa mendonorkan plasma konvalesen tidak hanya tiga bulan setelah dinyatakan sembuh, tapi bisa sampai lima bulan.
Satu pasien Covid-19 rata-rata membutuhkan dua labu, masing-masing berisi 200 cc plasma konvalesen.
"Tapi tergantung dari pertimbangan dokter yang merawat. Biasanya dokter juga menanyakan riwayat alergi," ujarnya.
Dari sembilan markas PMI di Banten, baru tiga unit transfusi darah (UTD) yang melayani donor konvalesen, yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Baca juga: PMI Tangsel Jelaskan 2 Cara Mendapatkan Plasma Konvalesen, Ini yang Lebih Cepat
"Insyaallah UTD PMI Kabupaten Serang sedang berproses, karena penyediaan plasma konvalesen ini membutuhkan alat dan pelatihan," katanya.
Dia berharap semua PMI di Banten bisa membantu pemerintah dalam menyediakan plasma konvalesen.
Satu kantong berisi 200 cc plasma konvalesen dikenai biaya Rp 2,25 juta.
Menurut dr Rahmat, tarif itu sebagai biaya pengolahan darah.
"Plasma diambil dari darah pendonor menggunakan alat yang canggih. Setelah itu, baru dipisahkan plasmanya. Banyak alat, sumber daya manusial, dan sarana. Jadi biaya pengolahan darah," ujarnya.
PMI terus berusaha meningkatkan plasma konvalesen.
Relawan PMI pun gencar untuk jemput bola ke penyintas Covid-19 agar mau menjadi donor.
Baca juga: PMI Provinsi Banten Optimalkan Penggunaan Plasma Konvalesen untuk Membantu Pasien Melawan Covid-19
"Karyawan perusahaan-perusahaan di Cilegon dan Tangerang juga sudah siap mendonorkan plasmanya, kami tinggal menyusun jadwal," kata dr Rahmat.
Menurut dia, plasma konvalesen ini sudah dilakukan terhadap penyakit-penyakit lain sebelum Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bahas-plasma-konvalesen-bersama-pmi-banten.jpg)