Virus Corona di Banten
Lengkap! Penjelasan, Syarat, Cara, dan Stok Plasma Konvalesen PMI Banten
Sekretaris PMI Provinsi Banten, dr Rahmat Fitriadi, mengatakan bisa dikatakan tidak ada stok plasma konvalesen.
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Jumlah permintaan plasma konvalesen di Kota Tangerang pada Jumat (30/7/2021), mencapai 1.759 antrean.
Namun, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang hanya bisa mendapatkan 125 kantong.
Sekretaris PMI Provinsi Banten, dr Rahmat Fitriadi, mengatakan bisa dikatakan tidak ada stok plasma konvalesen.
Jumlahnya begitu jauh jika dibandingkan jumlah pendonor dan yang mengantre.
Baca juga: PMI Kota Tangerang Jemput Bola ke Pendonor Plasma Konvalesen, 3 Ribu Kantung Telah Didistribusikan
"Ketersediaan plasma konvalesen ini sangat sulit untuk mendapatkan bahannya," ujarnya dalam talkshow secara virtual bersama TribunBanten.com, Jumat (30/7/2021) siang.
Relawan PMI Provinsi Banten pun berusaha untuk meningkatkan jumlah kantong plasma konvalesen.
Satu di antaranya melakukan door to door kepada penyintas Covid-19 untuk mau mendonorkan plasmanya.
"Sekarang strateginya memakai plasma pengganti. Misalnya ada bapak yang butuh plasma konvalesen, keluarga dan kerabatnya bisa diajak untuk mendonorkan plasmanya," ucapnya.
Sebelum mendonorkan plasma konvalesen, pendonor akan diskrining.
Menurut dr Rahmat, pendonor harus diskrining karena untuk mengetahui apakah ada infeksi atau tidak di darahnya.
Skrining ini sama dengan standar donor darah.
"Pada donor plasma konvalesen, ditambah lagi melihat titer antibodi. Jika mencukupi, baru kami ambil," katanya.
Baca juga: Berbeda dengan Vaksin, Terapi Plasma konvalesen Bisa Tangani Pasien Covid-19? Berikut Cara Kerjanya
Selain itu, calon pendonor pun harus memiliki sejumlah syarat, yaitu:
- Sehat dari Covid-19 setelah 14 hari dinyatakan sehat
- Usia antara 18-56 tahun
- Tidak memiliki riwayat penyakit yang memberatkan, seperti kencing manis tidakn terkendali dan darah tinggi yang tidak terkendali
- Wanita yang baru melahirkan satu kali
- Sehat tubuhnya, bebas dari riwayat penyakit HIV/Aids, hepatitis, malaria, dan sipilis
dr Rahmat mengatakan, berdasarkan evaluasi selama satu tahun pandemi Covid-19, rata-rata PMI hanya mendapatkan plasma konvalesen 10-12 persen dari penyintas.
Adapun satu pendonor rata-rata plasma konvalesennya 400-600 cc, tergantung berat badan.
Baca juga: PMI Kabupaten Serang Kini Miliki Alat Donor Plasma Konvalesen, Siap dibuka Untuk Umum Minggu Depan
"Tidak ada efek samping buat pendonor. Justru setelah donor, tubuh jadi segar," kata dr Rahmat yang juga sebagai penyintas Covid-19 ini.
Kini, penyintas bisa mendonorkan plasma konvalesen tidak hanya tiga bulan setelah dinyatakan sembuh, tapi bisa sampai lima bulan.
Satu pasien Covid-19 rata-rata membutuhkan dua labu, masing-masing berisi 200 cc plasma konvalesen.
"Tapi tergantung dari pertimbangan dokter yang merawat. Biasanya dokter juga menanyakan riwayat alergi," ujarnya.
Dari sembilan markas PMI di Banten, baru tiga unit transfusi darah (UTD) yang melayani donor konvalesen, yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Baca juga: PMI Tangsel Jelaskan 2 Cara Mendapatkan Plasma Konvalesen, Ini yang Lebih Cepat
"Insyaallah UTD PMI Kabupaten Serang sedang berproses, karena penyediaan plasma konvalesen ini membutuhkan alat dan pelatihan," katanya.
Dia berharap semua PMI di Banten bisa membantu pemerintah dalam menyediakan plasma konvalesen.
Satu kantong berisi 200 cc plasma konvalesen dikenai biaya Rp 2,25 juta.
Menurut dr Rahmat, tarif itu sebagai biaya pengolahan darah.
"Plasma diambil dari darah pendonor menggunakan alat yang canggih. Setelah itu, baru dipisahkan plasmanya. Banyak alat, sumber daya manusial, dan sarana. Jadi biaya pengolahan darah," ujarnya.
PMI terus berusaha meningkatkan plasma konvalesen.
Relawan PMI pun gencar untuk jemput bola ke penyintas Covid-19 agar mau menjadi donor.
Baca juga: PMI Provinsi Banten Optimalkan Penggunaan Plasma Konvalesen untuk Membantu Pasien Melawan Covid-19
"Karyawan perusahaan-perusahaan di Cilegon dan Tangerang juga sudah siap mendonorkan plasmanya, kami tinggal menyusun jadwal," kata dr Rahmat.
Menurut dia, plasma konvalesen ini sudah dilakukan terhadap penyakit-penyakit lain sebelum Covid-19
Pada awal pandemi Covid-19, PMI mencoba mencari literasi yang ada di Cina, Argentina, dan negara lain.
"Kami ikut serta dalam penelitian untuk bersama-sama menggunakan plasma konvalesen," ujarnya.
PMI juga sudah mencoba sejumlah kajian dan disetujui Kementerian Kesehatan.
Pada intinya, plasma konvalesen ini memberikan antibodi.
"Kalau berperang, kita memberikan prajurit dan perlengkapannya bagi tubuh yang sakit. Prajurit itu dari pasien yang sudah sembuh. Kalau kita berikan pada saat yang tepat, damapknya peningkatan kesembuhan," ucapnya.
Namun, dr Rahmat mengatakan plasma konvalesen ini bukan dewa, tetapi menjadi pendamping terapi lainnya yang sudah distandarkan Kementerian Kesehatan, seperti antivirus dan antipenyakit lain.
dr Rahmat mengimbau kepada semua masyarakat, untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan dengan menjadi donor darah dan plasma konvalesen.
"Mari kita membantu saudara-saudara kita, baik dengan plasma konvalesen maupun darah untuk disumbangkan bagi yang membutuhkan. Insyaallah semuanya akan berkah," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bahas-plasma-konvalesen-bersama-pmi-banten.jpg)