Breaking News:

Kisah Madjohan, Dulu Beperang Melawan Belanda, Kini Berjualan Sapu Lidi untuk Bertahan Hidup

Kisah Madjohan seorang pedagang sapu di Kota Serang, dulunya pernah ikut berjuang melawan belanda.

Penulis: mildaniati | Editor: Amanda Putri Kirana
TRIBUNBANTEN.COM/MILDANIATI
Madjohan seorang pedagang sapu di Kota Serang, dulunya pernah ikut berjuang melawan belanda. 

Untuk mendapatkan gerobak sepeda tersebut, kakek 96 tahun itu membeli kerangka besi dan merangkainya sendiri.

Sementara sapu lidi yang dijual didapatkannya dari pengrajin di Kampung Ranca Lutung Palima.

Madjohan, pedagang sapu lidi di Kota Serang, tengah duduk di bawah pohon sambil menunggu pembeli, Senin (2/8/2021).
Madjohan, pedagang sapu lidi di Kota Serang, tengah duduk di bawah pohon sambil menunggu pembeli, Senin (2/8/2021). (TRIBUNBANTEN.COM/MILDANIATI)

Madjohan biasanya memesan sekitar 100 buah sapu lidi dan laku terjual selama 12 hari.

"Sehari menjual 5 hingga 10 sapu dengan harga satuannya Rp 10.000," katanya.

Sebelumnya, ia sempat berjualan buah-buahan keliling, namun berhenti lantaran usianya semakin senja dan tidak kuat berjalan jauh.

Akhirnya ia berjualan sapu di tempat karena dekat dengan kediamannya.

Di sela-sela obrolan, Madjohan mengungkapkan bahwa dahulu ia adalah seorang pejuang sejak 1924.

Baca juga: Cerita Kakek 83 Tahun Gagalkan Aksi Pencurian di Rumahnya, Melawan dan Bergumul dengan Maling

Kala itu usianya baru menginjak 16 tahun dan tengah ikut tinggal dengan kakak kandungnya di Jakarta.

Awalnya Madjohan merantau ke Jakarta untuk berdagang, namun akhirnya ikut berperang melawan Belanda.

Adapun pasukan peperangan dipimpin oleh Letnan Jumono asal Tasik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved