Pertumbuhan Ekonomi Banten Berada di Zona Positif pada Kuartal II-2021, 2 Lapangan Usaha Kontraksi

Adapun pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2021 di Banten terjadi pada hampir semua lapangan usaha.

Tangkapan layar YouTube BPS Provinsi Banten
BPS Provinsi Banten merilis Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan II 2021 secara virtual di akun YouTube BPS Provinsi Banten, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pertumbuhan ekonomi Banten masih positif pada kuartal II-2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat perekonomian periode April hingga Juni 2021 tumbuh 0,27 persen quarter to quarter (q-to-q).

Kepala BPS Provinsi Banten, Adhi Wiriana, mengatakan berdasarkan besaran Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku kuartal II-2021, ekonomi Banten mencapai Rp 163,78 triliun.

"Atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 114,00 triliun," ujarnya saat merilis Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan II 2021 secara virtual di akun YouTube BPS Provinsi Banten, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, BPS Catat Penduduk Miskin di Banten Tembus 867,640 Orang Per Maret 2021

Adapun pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2021 di Banten terjadi pada hampir semua lapangan usaha.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 13,03 persen.

Diikuti transportasi dan pergudangan 2,86 persen dan administrasi pemerintahan, pertahanan, serta jaminan sosial wajib 2,03 persen.

Hanya ada dua lapangan usaha yang mengalami kontraksi.

Yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 5,12 persen, serta pengadaan listrik dan gas 2,20 persen.

Baca juga: BPS: Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Banten Pada April 2021 Mencapai 41,83 Persen

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 15,20 persen.

Hal ini lebih dipengaruhi penyerapan anggaran dan kebijakan pemerintah untuk lebih fokus dalam penanganan pandemi Covid-19.

Adapun komponen total net ekspor mengalami kontraksi sebesar 5,14 persen.

Ini dipengaruhi oleh kenaikan impor Banten yang masih lebih besar dibanding kenaikan ekspornya.

Secara Year on Year (Yoy)

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved