Breaking News:

Kandisos Lebak Minta Warga Menolak Jika Dapat Beras Bansos Tidak Layak Konsumsi

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darmana Putra, mengaku telah menegur pihak Bulog selaku penyalur beras bansos untuk KPM terdampak PPKM tersebu

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Dok. Desa Parahiang
Kondisi beras bantuan sosial PPKM Darurat di Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, dalam kondisi busuk. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Beras bansos dalam kondisi busuk dan menggumpak seperti batu juga ditemukan di Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten

Setidaknya terdapat tujuh karung beras tak layak konsumsi dikembalikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah tersebut pada Kamis (5/8/2021).

Pihak Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang pun telah mengganti dengan beras baru.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darmana Putra, mengaku telah menegur pihak Bulog selaku penyalur beras bansos untuk KPM terdampak PPKM tersebut.

"Saya sudah tegur pihak Bulog agar segera mengganti beras yang tidak layak dikonsumsi itu," ujar Eka saat dihubungi, Sabtu (7/8/2021).

Baca juga: Geger, warga Pandeglang Terima Beras Bansos PPKM dalam Kondisi Busuk dan Menggumpal

Baca juga: Selain di Pandeglang, Warga di Lebak Juga Dapat Beras Bansos Keadaan Busuk

Pihaknya pun meminta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk menolak dan meminta ganti jika mendapat beras tidak layak konsumsi.

"Masyarakat jangan ragu untuk menolak dan meminta ganti beras bansos PPKM apabila ditemukan beras tersebut memang benar-benar tidak layak konsumsi," ujarnya.

Pihak Bulog memeriksa kondisi beras bantuan sosial PPKM Darurat di Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Warga menerima beras tersebut dalam kondisi busuk.
Pihak Bulog memeriksa kondisi beras bantuan sosial PPKM Darurat di Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Warga menerima beras tersebut dalam kondisi busuk. (Dok. Desa Parahiang)

"Pemerintah berupaya untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, termasuk penyaluran bansos," sambungnya.

Sebelumnya, Warga Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten menerima bantuan beras untuk masyarakat yang terdampak PPKM dalam keadaan busuk dan berwarna cokelat, Kamis (5/8/2021).

Beras tersebut diketahui berasal dari pemerintah untuk meringankan beban KPM terdampak PPKM Jawa-Bali.

Baca juga: Menko PMK Sidak Gudang Bulog Lebak-Pandeglang, Ketahuan Kualitas Beras Bansos Sangat Rendah

Kondisi beras yang rusak dan bau busuk sebanyak tujuh karung dan saat ini sudah dikembalikan ke pihak kecamatan setempat. 

Warga warga Kampung Ciherang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, geger karena beras bantuan sosial dari pemerintah diterima dalam kondisi busuk dan menggumpal, pada Kamis (5/8/2021).
Warga warga Kampung Ciherang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, geger karena beras bantuan sosial dari pemerintah diterima dalam kondisi busuk dan menggumpal, pada Kamis (5/8/2021). (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Selain di Lebak, beras bansos dalam kondisi berbau dan menggumpal seperti batu juga ditemukan di Kampung Ciherang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis kemarin.

Belakangan diketahui beras bansos tersebut menjadi tidak layak konsumsi karena terkena hujan saat dalam perjalanan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved