Breaking News:

Pendapatan Anjlok, Begini Cerita Penjual Bendera Tepi Jalan di Tangsel

Sumiyati penjual bendera di Tangerang Selatan, Banten menceritakan suka duka berjualan bendera saat masa pandemi Covid-19.

Editor: Glery Lazuardi
Wartakotalive/Ikhwana Mutuah Mico
Sumiyati penjual bendera keliling sekarang tak bisa lagi ambil untung selama masa PPKM 

TRIBUNBANTEN.COM - Sumiyati penjual bendera di Tangerang Selatan, Banten menceritakan suka duka berjualan bendera saat masa pandemi Covid-19.

Dia mengaku sudah selama 10 tahun menjual bendera di wilayah Tangerang Selatan.

Namun, selama 10 tahun menjual bendera jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia itu, baru kali ini dia mengalami kesulitan memasarkan dagangan.

Pada tahun ini, dia berjualan mulai dari tanggal 6 Juli 2021.

"Sudah seminggu tidak seperti yang dulu kalau sekarang ya gimana ya. Sehari biasanya dapet Rp 1 juta ini mah paling Rp 300 atau 400 ribu," tutur wanita yang ditemui Wartakotalive.com di kawasan Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, belum lama ini.

Baca juga: Jeritan Pedagang Bendera di Cilegon di Tengah Pandemi

Baca juga: HUT RI ke-76: Tata Cara Upacara 17 Agustus dan Aturan Pasang Bendera Merah Putih hingga Hal Dilarang

Saat ini yang paling diminati warga adalah bendera ukuran besar, dan saat ini pelanggan biasanya hanya membeli satuan.

Sebelumnya, pembeli membeli per kodi untuk dipasarkan di rumah.

Untung yang Sumiyati dapatkan Rp 1.000 per bendera, karena barang yang ia jualbelikan ini milik orang lain.

Dalam sehari, wanita berusia 55 tahun ini hanya mengambil untung paling banyak sebesar Rp 59.000 sampai Rp 75.000.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, ia bisa meraih untung bersih sebanyak Rp 200.000 sampai Rp 300.000 per harinya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved