Pendapatan Anjlok, Begini Cerita Penjual Bendera Tepi Jalan di Tangsel

Sumiyati penjual bendera di Tangerang Selatan, Banten menceritakan suka duka berjualan bendera saat masa pandemi Covid-19.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Wartakotalive/Ikhwana Mutuah Mico
Sumiyati penjual bendera keliling sekarang tak bisa lagi ambil untung selama masa PPKM 

"Karena di tempat lama berjualan sudah ga boleh jadi pindah ke sini, kalo pendapatan diceritain ibu malu," ujarnya.

Baca juga: Cerita PKL di Lebak Terdampak PPKM: Makan Sepiring Berdua hingga Kibarkan Bendera Putih di Gerobak

Baca juga: Pedagang Kaki Lima di Lebak Makan Sepiring Berdua Hingga Kibarkan Bendera Putih

Namun jika tahun lalu ia bisa mengambil barang, kalau tahun ini harus berhutang.

Sumiyati berharap kedepannya, punya modal sendiri, sehingga kedepannya lebih enak jika harus berjualan, untungnya pun bisa lebih besar.

Soal pendapatan jika dibandingkan dengan dulu, ia memiliki lebihan kalo sekarang ia bisa sampai pusing jika dipikirkan.

"Ibu mah pasrah aja kalo masalah pemasukan, biarin gitu yang penting mah ibu mah gini aja, yang punya barangnya kebayar, Ibu anak anak keluarga bisa makan,"pungkasnya.

Harga Bendera

Ukuran 90 cm Rp 20.000,

Ukuran 120 cm Rp 30.000,

Ukuran 180 Cm Rp 40.000-50.000,

Ukuran 2 Meter Rp 150.000

Bendera rawis Rp 5.000 per meter

Bendera background Rp 300.000 sepuluh gantung,

Bandir Rp 50.000,

Umbul-umbul Rp 25.000 dan

Pernak-pernik Rp 5000.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Imbas PPKM, Penjual Bendera Merah Putih Keliling Gigit Jari Tak Bisa Lagi Merasakan Keuntungan

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved