Bakar Bengkel Hingga Tewaskan Satu Keluarga Kekasih, Dokter MA Dites Kejiwaan

Apalagi, penyelidikan polisi menemukan bukti bahwa aksi itu dilakukan oleh MA secara terencana dengan menggunakan bensin eceran.

Editor: Abdul Qodir
Kolase Tribunnews
Mery Anastasi alias MA yang ditetapkan sebagai tersangka tragedi kebakaran maut yang terjadi di bengkel sepeda motor milik kekasihnya di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang, Selasa (10/8/2021) dini hari. 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Aksi seorang dokter perempuan, Mery Anastasi alias MA (30 th), membakar bengkel motor kekasih hingga menewaskan tiga anggota keluarga kekasihnya, Leo (35), di Kota Tangerang, mengejutkan banyak pihak.

Apalagi, penyelidikan polisi menemukan bukti bahwa aksi itu dilakukan oleh MA secara terencana dengan menggunakan bensin eceran.

Terkini, dokter muda yang tega membakar calon mertua dan pacarnya di bengkel itu menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Polri Kramat Jati pada Rabu (11/8/2021).

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim mengatakan, untuk hasil tes kejiwaan baru keluar 14 hari lagi.

"Sudah, sudah dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani tes kejiwaan. Nanti hasilnya 14 hari lagi," jelas Rachim saat dikonfirmasi, Kamis (12/8/2021).

Sambil menunggu hasilnya, tersangka MA ditahan sementara di Polsek Jatiuwung.

Abdul Rachim mengatakan, selain terancam hukuman mati, dokter bakar bengkel kekasih itu juga terancam hukuman minimal 20 tahun penjara.

Baca juga: Sudah Dihamili Tapi Tak Direstui, Dokter Mery Pilih Bakar Bengkel Hingga Tewaskan Keluarga Kekasih

"Karena dikenakan pasal pembunuhan berencana ya," kata Rachim saat dikonfirmasi, Rabu (11/8/2021).

Lengkapnya, MA disangkakan Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana.

Alasan hamil di luar nikah dan tidak mendapatkan restu dari calon mertua jadi alasan dokter muda di Kota Tangerang gelap mata bakar bengkel tewaskan tiga orang.

Adalah dokter Mery Anastasi alias MA yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Tangerang Kota sejak hari ini.

Abdul Rachim mengatakan, saat melancarkan aksinya, MA sedang dalam keadaan hamil.

"Hal tersebut dilakukan karena pelaku hamil dan orang tua korban (Edi dan Lilis) tidak setuju kalau anaknya menikah dengan pelaku (MA)," beber Rachim kepada TribunJakarta.com, Selasa (10/8/2021) malam.

Baca juga: Bakar Bengkel Kekasih Hingga Tewaskan 3 Orang, Dokter yang Tengah Hamil Terancam Hukuman Mati

Baca juga: dr Richard Lee Ditangkap Polisi, Kuasa Hukum Laporkan Balik Kartika Putri, Akui Merasa Dipersulit

Awal mula kejadian saat Leo membeberkan cerita kalau pacarnya MA mengancam akan melemparkan plastik berisi bensin ke bengkel yang juga jadi tempat tinggal korban.

Sebuah bengkel motor berlokasi di Jalan Cemara Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, terbakar pada Sabtu (7/8/2021) dini hari menewaskan tiga orang. Belakangan diketahui bengkel itu dibakar dokter, kekasih pemilik bengkel.
Sebuah bengkel motor berlokasi di Jalan Cemara Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, terbakar pada Sabtu (7/8/2021) dini hari menewaskan tiga orang. Belakangan diketahui bengkel itu dibakar dokter, kekasih pemilik bengkel. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Leo saat itu bercerita kepada saksi bernama Nando dan tak lama setelahnya terdengar suara ledakan dari lantai bawah yang merupakan sebuah bengkel.

"Selanjutnya para saksi korban (Nando) dan korban (Leo) naik ke lantai atas untuk menyelamatkan diri. Tapi hanya dua saksi korban yang selamat, sedangkan kedua orang tua saksi korban dan kakak saksi korban meninggal dunia," papar Rachim.

Dari penyelidikan, polisi menemukan lima liter bensin di dalam mobil milik MA.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Zazali Hariyono mengatakan, ditemukan lima liter bensin yang disimpan dalam lima kantong di dalam mobil MA.

"Jadi mobilnya itu Mitsubishi Expander milik MA didapatkan lima kantong plastik isi bensin," jelas Zazali saat dikonfirmasi, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Korban Cekcok dengan Kekasih, Polisi Temukan Petunjuk dari Kebakaran di Bengkel Tewaskan 3 Orang

Baca juga: Selain Akses Ilegal, Richard Lee Ditangkap karena Hilangkan Barang Bukti, Terancam 8 Tahun Penjara

Dari penyelidikan di lapangan, MA diketahui sempat membeli sembilan liter bensin yang dibungkus dalam plastik.

Namun, dugaan sementara hanya empat liter yang digunakan untuk membakar bengkel tersebut.

"Informasinya dari tukang bensin deket kejadian perkara itu dia (MA) beli 10 liter tapi hanya ada sembilan liter. Nah diduga itu empat liter yang digunakan," jelas Zazali.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran besar terjadi disebuah bengkel yang berada di Jalan Cemara Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang pada Sabtu (7/8/2021) dini hari.

Baca juga: Nelayan Meninggal Dunia saat Mau Dipijat, Tukang Pijat Sebut Korban Sempat Teriak dan Guling-guling

Si jago merah pun merenggut nyawa satu keluarga yang tengah tertidur pulas mulai dari ayah, ibu, dan satu orang anaknya.

Pasalnya, api yang membakar bengkel di kawasan Pasar Malabar tersebut berkobar hebat yang disertai ledakan-ledakan.

"Betul api ini bermula dari bengkel yang berada di lantai bawah, kemudian menjalar sampai ke atas lantai tiga," jelas Danru Pemadam Kebakaran BPBD Kota Tangerang, Dicky Kurnain saat dikonfirmasi, Sabtu (7/8/2021)

Nahas, di dalamnya ada satu keluarga yang tinggal di dalam ruko tiga lantai yang dijadikan bengkel motor.

Mereka adalah Edi (63), Lilis (54), Leo (35), Mei (22) dan Nando (21). 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved