Breaking News:

HUT Ke 76 RI

Jokowi Pakai Baju Adat Baduy, Dispar Lebak: Ini Sebuah Penghormatan

Baju hitam serta ikat kepala atau lomar berwarna biru serta tas rajut atau koja yang dipakai Jokowi itu merupakan hasil kerajinan tangan warga Baduy

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Presiden RI Joko Widodo menggunakan baju adat Baduy di sidang tahunan MPR RI di kompleks MPR/DPR, Senayan, DKI Jakarta, pada Senin (16/8/2021).

Baju hitam serta ikat kepala atau lomar berwarna biru serta tas rajut atau koja yang dipakai Jokowi itu merupakan hasil kerajinan tangan masyarakat Baduy.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin menjelaskan pakaian yang digunakan oleh orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut mempunyai makna yang luas.

Pakaian serba hitam, lomar bewarna biru,  dan juga tas koja yang digunakan Presiden RI itu sendiri memiliki filosofi sendiri.

Pakaian serba hitam sendiri melambangkan kesederhanaan masyarakat Baduy. Sedangkan ikat kepala lomar berwarna biru menunjukkan kelestarian alam lingkungan baduy.

Baca juga: Mengenal Suku Baduy yang Pakaian Adatnya Dipakai Jokowi, Menjunjung Tinggi Keharmonisan Alam

Tas Koja yang digunakan oleh Joko Widodo sendiri yang terbuat dari kulit kayu teureup melambangkan persatuan.

"Ini merupakan bentuk pengehormatan kepada masyarakat adat yang setiap tahun dilakukan oleh presiden dan untuk tahun ini yang terpilih pakaian masyarakat adat suku baduy Lebak, Banten. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Presiden RI yang telah menggunakan pakaian adat Baduy itu," ujarnya saat dihubungi.

Ia juga menerangkan, kearifan kultur adat budaya Baduy sendiri merupakan satu ikon prioritas dalam penanganan, pengembangan, perlindungan, pembinaan dan pemanfaatan khususnya Saba Budaya yang selalu masuk dalam 100 CoE.

Saba Budaya sendiri merupakan silahturahmi ataupun kunjungan orang luar yang berkunjung ke Baduy.

Baca juga: Baju Serba Hitam Suku Baduy Luar yang Dipakai Jokowi Disebut Busana Kelelawar, Ternyata Ini Artinya

"Selain menikmati panorama alam juga belajar kearipan dalam bersinergi dengan alam dengan pepatahnya yang sudah melegenda yaitu panjang teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung, gunung teu meunang dilebur, lebak Teu meunang dirusak (panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung, gunung tidak boleh dihancurkan, Lembah tidak boleh dirusak)," katanya.

Imam pun berharap dengan dipakainya Baju Adat Baduy oleh Presiden Joko Widodo dapat memberikan efek positif bagi masyarakat Kabupaten Lebak terutama bagi warga Baduy

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved