Virus Corona

Penjelasan soal Badai Sitokin pada Covid-19: Gejala & Pengobatan, Sempat Dialami Deddy Corbuzier

Badai Sitokin menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Hal ini setelah pesulap Deddy Corbuzier mengaku mengalami Badai Sitokin setelah negatif Corona

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/Herudin
Presenter Deddy Corbuzier saat menggelar jumpa pers terkait pelaksanaan seminar kebangsaan, di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Seminar yang diadakan Kementerian Perhubungan dan Lemhanas bertajuk Bergandengan Tangan Membangun Negeri, Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan akan digelar di Hall Basket Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNBANTEN.COM - Badai Sitokin menjadi bahan perbincangan di dunia maya.

Hal ini setelah pesulap Deddy Corbuzier mengaku mengalami Badai Sitokin setelah dinyatakan negatif Covid-19.

Baca juga: Sempat Menghilang dari Youtube, Deddy Corbuzier Akui Kondisinya Kritis & Hampir Kehilangan Nyawa

Baca juga: Terima Tantangan Deddy Corbuzier untuk Turunkan Berat Badan 20 Kg, Igun: Aku Nggak Lihat Uangnya

Apa itu Badai Sitokin?

Seperti dilansir dari verywellhealth.com, Badai Sitokin ini terjadi ketika tubuh melepaskan sitokin yang berlebihan ke darah.

Sitokin berlebih ini akan mengakibatkan terjadinya peradangan dan pembekuan darah.

Peradangan ini kemudian akan membuat organ tubuh menjadi rusak dan gagal berfungsi.

Badai Sitokin harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian.

Pada penderita Covid-19, peningkatan sitokin dapat menyebabkan gangguan akut pada pernapasan.

Gangguan pernapasan merupakan penyebab utama orang yang menderita Covid-19.

Gejala Badai Sitokin

Berikut ini beberapa gejala badai sitokin yang perlu kita ketahui:

- Demam dan kedinginan

- Kelelahan

- Pembengkakan ekstremitas

- Mual dan muntah

- Sakit otot dan sendi

- Sakit kepala

- Ruam

- Batuk

- Sesak napas

- Napas cepat

- Kejang

- Kejang

- Kesulitan mengendalikan gerakan

- Kebingungan dan halusinasi

- Kelesuan dan respons yang buruk

- Pembekuan darah

Penyebab Badai Sitokin

- Kelainan Genetik

Orang dengan kelainan genetik familial hemophagocytic lymphohistiocytosis (HLH) yang menyebabkan adanya gangguan pada sel sistem kekebalan tubuh ini cenderung berpotensi mengalami badai sitokin.

- Infeksi

Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 ternyata lebih rentan menyebabkan badai sitokin dan terdapat beberapa infeksi yang dapat menyebabkan badai sitokin.

- Penyakit Autoimun

Orang yang memiliki penyakit autoimun memiliki risiko yang lebih tinggi terkena badai sitokin.

Penanganan Badai Sitokin Penderita Covid-19

Baca juga: Diundang Podcast, Prabowo Ajak Putra Deddy Corbuzier Gabung Militer

Baca juga: Kakek Sopir Angkot yang Dibayar Rp 200 Ngaku Kerap Pulang Tak Bawa Uang, Deddy Corbuzier: Hah?

Dikutip dari ners.unair.ac.id, berikut ini adalah langkah yang akan dilakukan dokter untuk menangani penderita Covid-19 yang mengalami badai sitokin:

- Pemantauan tanda-tanda vital, yang meliputi tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu tubuh, secara intensif

- Pemasangan mesin ventilator

- Pemberian cairan melalui infus

- Pemantauan kadar elektrolit

- Cuci darah (hemodialisis)

- Pemberian obat anakinra atau tocilizumab untuk menghambat aktivitas sitokin

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penanganan yang tepat terhadap penderita COVID-19 yang mengalami Badai Sitokin.

Bagi penderita COVID-19, Badai Sitokin bisa menyebabkan kerusakan organ yang dapat mengancam keselamatan

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Itu Badai Sitokin? Bisa Akibatkan Kerusakan Organ pada Penderita Covid-19, Ini Gejalanya

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved