Kisah Anak Kampung dari Pandeglang yang Wujudkan Mimpi Raih Beasiswa S2 ke Australia
Fahmi Fathurrohman (23) warga Desa Kawoyang, Carita, Kabupaten Pandeglang, berhasil mewujudkan mimpi menempuh pendidikan hingga ke luar negeri.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Fahmi Fathurrohman (23) warga Desa Kawoyang, Carita, Kabupaten Pandeglang, berhasil mewujudkan mimpi menempuh pendidikan hingga ke luar negeri.
Dia berhasil mengubah citra anak kampung mampu menempuh pendidikan tinggi.
Anak pensiunan guru di Pandeglang itu menuntut ilmu ke Jerman. Selain itu, kini dia sedang menempuh pendidikan S2 di Australia.
Semula, Fatur terdaftar sebagai mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Ketika menginjak semester 7 di bangku kuliah, dia mendapat kesempatan menjadi wakil pertukaran pelajar ke Jerman.
Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Sebab, dia mengaku sejak duduk di bangku sekolah sudah bermimpi untuk menempuh pendidikan di luar negeri.
"Memang dari dulu itu saya pernah bermimpi untuk setidaknya bisa keluar negeri naik pesawat. Karena dulu ada teman saya yang bisa pergi ke Singapura untuk liburan bersama keluarga," kata dia, saat dihubungi kepada TribunBanten.com, pada Rabu (1/9/2021).
Baca juga: Kisah Moti Manusia Silver Terjaring Razia, Lagi Ngelamun Pengen Sekolah, Tersadar Sudah Diangkut
Baca juga: Kisah Azmi, Mahasiswa UI yang Hampir Sarjana Ini Putuskan Keluar Demi Jadi TNI : Mimpi Saya di Sini
Dia menimba ilmu di Universitas PH Heidelberg, Jerman. Dia selalu berusaha cepat menyelesaikan kuliah untuk membanggakan kedua orangtua.
Suka duka dialami selama belajar di Jerman. Dia senang karena bisa berjalan-jalan ke Eropa. Namun, pada saat berada di Jerman, dia sempat menderita sakit.
"Senang bisa mendapat pengalaman dan berpergian ke luar negeri. Saya selama menempuh pendidikan di luar negeri sudah pernah ke Ceko, Italy, Yunani, Portugal, Spanyol, Perancis, Jerman dan itu sangat menyenangkan" ujarnya.
Setelah berhasil menyelesaikan program pendidikan di Jerman, ia mendapat kesempatan menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Malaysia selama satu semester.
Kesempatan itu, tak disia-siakan untuk memperoleh pengalaman baru.
"Setelah sidang dan mendapatkan kesempatan ke Malaysia selama satu semester untuk menjadi dosen. Ternyata menjadi dosen itu sangat seru sekali, karena kalau lulusan seperti saya di Indonesia biasanya menjadi guru SMA," sambungnya.
Setelah selesai menjadi dosen di negeri Jiran tersebut, dirinya pun kembali pulang ke Indonesia.
Lalu, dia mencoba peruntungan. Dia berhasil melanjutkan S2 di salah satu perguruan tinggi di Australia.
Semula, dia sempat berpikir untuk tidak melanjutkan sekolah usai mendapatkan gelar sarjana.
Hal itu lantaran jenuh mengerjakan skripsi selama di Jerman sehingga membuatnya tak ingin lanjut bersekolah kembali.
"Setelah itu saya kepikiran untuk melanjutkan pendidikan magister. Tadinya tidak mau di luar negeri, mau nya di Undip," terangnya.
Baca juga: Video Driver Ojol Belikan Laptop Bekas untuk sang Anak Viral di Medsos, Begini Kisah Lengkapnya
Baca juga: Viral Kisah Pemuda Driver Ojol Lolos Jadi Siswa Bintara Polri, Begini Sosoknya di Mata Tetangga
Orang tua sempat tidak mengizinkan dia menempuh pendidikan S2 di luar negeri.
"Orangtua saya juga sempat khawatir untuk saya melanjutkan S2 di luar negeri, lantaran pada saat saya di Jerman saya juga sempat sakit sampai tidak bisa pulang," ujarnya.
Setelah berkontemplasi beberapa waktu, dia dengan mantap mencoba peruntungan kembali dengan mendaftar beasiswa S2 di Australia.
Selama delapan bulan, dia menyiapkan segalanya serta ulet mempelajari setiap materi yang akan diujikan pada saat itu.
"Saya coba cek dan hasilnya diterima. Setelah itu saya lari ke ibu saya untuk memberitahu, karena memang ibu saya selalu mendukung langkah saya yang paling utama bagi saya," katanya.
Dia mengucapkan terima kasih kepada ibunya yang telah mendoakan hingga berhasil mendapatkan beasiswa tersebut.