Breaking News:

Korupsi Masker di Banten

Sidang Kasus Korupsi Masker di Banten, Hakim Tegur Kadinkes Ati Pramudji: Jangan Bicara Begitu!

Ketua majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Serang, Slamet Widodo, menegur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Ati pramudji hastuti saat jadi saksi sidang korupsi masker 

Kemudian Ati menjawab bahwa sebelum menetapkan harga Rp 220 ribu, harga yang ditawarkan sebelumnya sebesar Rp 250 ribu.

"Seinget saya, saat itu buk Khania menyampaikan kepada saya sebelum adanya tawaran seharga Rp 220 ribu, itu ada penawaran harga sekitar 250 dari PT. RAM," ujarnya.

Kemudian ia menanyakan kepada Khania, apakah PT. RAM bisa menyediakan kebutuhan pada Dinkes Provinsi Banten.

Di mana saat itu kebutuhan masker untuk Dinkes Provinsi Banten sebanyak 15.000 pcs.

"Bisa nggak menyediakan apa yang kita mau. Saat itu buk Khania jawab bisa bu, tapi harganya Rp 250," ujarnya.

Kemudian Ati menanyakan kembali kepada Khania, apakah harga masker tersebut bisa ditawar menjadi Rp 200 ribu.

Harga tersebut disesuaikan dengan harga PT. BMW.

Sebab dalam pengadaan masker sebelumnya, Dinkes Provinsi Banten telah membeli masker kepada PT. BMW.

Di mana harga yang ditawarkan PT. BMW saat itu sebesar Rp 200 ribu.

Lantaran saat itu Dinkes Provinsu Banten merasa kesulitan mencari masker berstandar tersebut.

Sehingga kemudian harga masker itu sama-sama disepakati dan ditetapkan sebesar Rp 220 per pcs.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved