Breaking News:

MoU dengan Kemenparekraf, PLN Dukung Pengembangan Destinasi Wisata Tanah Air, Sediakan Listrik Prima

MoU itu tentang penyediaan pasokan tenaga listrik untuk mendukung pengembangan destinasi wisata.

dokumentasi PLN
PLN bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menandatangani memorandum of understanding (MoU), Selasa (28/9/2021). 

Zulkifli memperkirakan tambahan jumlah kebutuhan listrik sebesar 344 MW. 

Baca juga: DICARI! Mitra Usaha Kerja Sama dengan PLN Membangun Lebih dari 100 SPKLU untuk Mobil-Motor Listrik

“Kami juga berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjamin kemudahan akan penyediaan listrik yang andal, berkualitas, dengan tarif kompetitif," ucapnya.

Selain itu, juga bisa mendapatkan opsi pemenuhan energi terbarukan melalui Renewable Energy Certificate (REC).

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengapresiasi kolaborasi dengan PLN.

Satu di antara bentuk kolaborasi ini adalah pengembangan 10 DPP dan lima DPSP.

Kerja sama ini juga untuk mengimplementasikan Perpres No 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Antara lain terdapat 10 DPP, delapan DPP, dan satu revitalisasi destinasi pariwisata.

Baca juga: PLN UID Banten Berikan Layanan Beres Sapoe untuk Mendongkrak Ekonomi Banten di Masa Pandemi Covid-19

Perjanjian ini merupakan perpanjangan dari kerja sama yang sudah ditandatangani sebelumnya dan akan berakhir pada 27 Oktober 2021.

Sebelum penandatanganan MoU, dilakukan diskusi panel sesi IV bertajuk Revitalisasi Destinasi Pariwisata dan Infrastruktur Ekonomi Kreatif yang juga menjadi bagian dari Rakornas Kemenparekraf/Baparekraf juga digelar secara virtual.

Baca juga: PLN Berkolaborasi dengan Perusahaan Penyedia Peralatan Listrik demi Mendukung Electrifying Lifestyle

Selain mendukung pemenuhan pasokan listrik yang cukup, PLN juga mendukung pengembangan lima destinasi prioritas seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Total nilai bantuan sepanjang tahun 2020 hingga 2021 mencapai Rp 4,3 miliar yang diwujudkan melalui kegiatan pengembangan desa wisata, pengembangan Rumah BUMN, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved