Sempat Disegel, Siswa PAUD Tunas Harapan Tampak Ceria Bisa Kembali Belajar
Setelah sempat mengalami masalah hingga tak bisa menggelar pembelajaran tatap muka, kini sekolah PAUD Tunas Harapan kembali menggelar kegiatan belajar
Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Setelah sempat mengalami masalah hingga tak bisa menggelar pembelajaran tatap muka, kini sekolah PAUD Tunas Harapan kembali menggelar kegiatan belajar mengajar.
PAUD Tunas Harapan beralamat di Kampung Kebon Jaya, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten.
Sebelumnya, kegiatan belajar-mengajar di PAUD Tunas Harapan berhenti beraktivitas karena disegel oleh seorang pria yang mengaku sebagai pemilik lahan bernama Abu Bakar.
Baca juga: Sekolah PAUD di Serang Disegel Akibat Sengketa Tanah, Muridnya Terpaksa Belajar di Rumah Guru
Baca juga: Bupati Serang Minta Sengketa Tanah PAUD dan Kantor Desa Kendayakan Diselesaikan Lewat Jalur Hukum
Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com pada Jumat (1/10/2021), para siswa tampak sedang mengikuti pembelajaran di kelas masing-masing.
Tampak, keceriaan terpancar dari raut wajah mereka saat mengikuti pembelajaran.
Sementara itu, para wali murid tampak sabar menunggu di luar sekolah selama anak-anak belajar.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, pihak Koramil Kecamatan Kragilan menerjunkan anggota untuk mengawasi dan berjaga di lingkungan sekolah tersebut.
Tak hanya mengawasi lingkungan sekitar, mereka turut berbagi ilmu mulai dari mengaji, membaca hingga doa-doa pendek kepada para murid.
Hal tersebut dilakukannya agar para anak-anak bahagia dan tidak merasa cemas karena kejadian penyegelan kemarin.
Babinsa Koramil Kragilan, Serda Saprudin mengatakan, upaya pendampingan itu merupakan arahan dari pimpinan untuk dilakukan penjagaan dan pengawasan di lingkungan sekolah.
Sebab, pihak Koramil menerima laporan dari masyarakat dan pihak guru adanya gangguan berupa penyegelan sekolah itu.
"Untuk pengawasan dan pengontrolan di sini sudah ada Babinsa dan bahkan tokoh masyarakat serta pihak desa turut membantu," katanya saat ditemui TribunBanten.com, Jumat (1/10/2021).
Selain itu, kata dia, apabila terjadi hal yang tidak diinginkan masyarakat dapat segera melapor.
"Memang pegawasan ini tidak dapat kami lakukan setiap jam," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-foto-paud-tunas-harapan-di-kampung-kebon-jaya.jpg)