Breaking News:

Kecanggihan Kapal Negara SAR 247 Tetuka Milik Basarnas Banten, Mendeteksi hingga Kedalaman 100 Meter

Dibekali tiga mesin, masing-masing berkekuatan 1.600 horse power, KN SAR 247 Tetuka bisa menempuh 29,5 knor per jam.

Penulis: mildaniati | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Mildaniati
Kunjungan kerja Komisi V DPR RI beserta anggota untuk mengecek KN SAR 247 Tetuka dan kelengkapan sarana dan prasarana yang ada di Basarnas Banten, Jumat (1/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Banten memiliki Kapal Negara (KN) SAR 247 Tetuka dengan peralatan canggih.

Dibekali tiga mesin, masing-masing berkekuatan 1.600 horse power, KN SAR 247 Tetuka bisa menempuh 29,5 knor per jam.

Nakhoda KN SAR 247 Tetuka, Septa AR, mengatakan kapal ini bisa merespons aksi secara cepat.

Keunggulan KN SAR 247 Tetuka, bisa mengevakuasi lebih cepat saat terjadi kecelakaan di laut dan mengkaver wilayah kerja di Banten.

Baca juga: Kunjungi Kantor Basarnas Banten, Komisi V DPR RI Pantau Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Alam

"Kaitan dengan penyeberangan Traffic Separation Scheme (TSS) di air laut kepulauan Indonesia (ALKI) Selat Sunda bisa lebih maksimal," katanya kepada Tribun Banten.com di KN SAR 247 Tetuka, Jumat (1/10/2021).

Kapal itu sedang berlabuh di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Panjang KN SAR 246 Tetka 40 meter dengan kapasitas 100 orang untuk memantau seluruh wilayah Banten.

Kapal Negara (KN) SAR 247 Tetuka
Kapal Negara (KN) SAR 247 Tetuka (istimewa)

Kapal ini juga bisa mendeteksi posisi kapal lain.

Dilengkapi ruang komunukasi sesama kapal, ruang radio, ruang kemudi, dan navigasi.

Ruang radio untuk komunikasi internal, Basarnas, lokal, pusat, dan nasional.

Baca juga: Garda Depan Penanggulangan Bencana, Komisi V Soroti Minim Anggaran hingga Kurang Personel Basarnas

Radio HF untuk broadcast dan melaporkan jika ada kejadian kecelakaan di laut.

Menurut Septa, ada monitor untuk helicopter landing monitoring, operasi pencarian, melihat gerakan alur laut, udara, dan ruang medis untuk penanganan.

"Kalau terjadi kecelakaan di laut, dan sudah ditentukan titiknya, kami akan aksi untuk penyelaman, pencarian di atas air, dan lainnya," ucapnya.

Kapal ini juga dilengkapi dengan echosounder untuk mendeteksi kedalaman sampai 100 meter.

"Ada pula alat pendeteksi kalau ada bahaya karena terbaca di negara lain, ruang kemudi, navigasi, radio, ruang fit, peralatan selam empat set, ada tabung oksigen empat kompresor, dan gudang perawatan," katanya.

Baca juga: Hebat! Warga Pulau Tunda Kabupaten Serang Buat Kapal untuk Angkut Wisatawan dan Keperluan Desa

Direktur Operasi Brigadir Jendral TNI Marinir Rasman MTR mengatakan sejak diluncurkan pada Juni 2021, kapal ini belum dioperasikan karena belum ada kejadian yang signifikan.

"Selama 3 bulan belum ada kejadian yang signifikan sehingga kapal belum pernah melakukan operasi," katanya.

Dia berharap kapal tidak pernah beroperasi karena tidak ada kejadian dan tidak perlu ada yang ditolong. 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved