Breaking News:

Mobil Baru Lebih Murah, Tanpa Pajak Barang Mewah

Kebijakan ini berlaku untuk Masa Pajak September 2021 sampai dengan Desember 2021

Tribunnews/Jeprima
Sejumlah pengunjung melihat-lihat mobil yang sedang dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019). Sebanyak 530.000 pengunjung ditargetkan hadir selama penyelenggaraan IIMS 2019 pada 25 April-5 Mei 2019. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah kembali memperpanjang pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Sebelumnya, pemerintah juga memberikan insentif pajak kepada pedagang eceran berupa pajak sewa dan di sektor perumahan berupa pajak pertambahan nilai (PPN).

PPnBM adalah pajak yang dikenai pada penyerahan barang kena pajak (BKP) yang tergolong mewah yang dilakukan pengusaha yang menghasilkan barang (pabrikan) atau pada saat impor.

Tarif PPnBM bervariasi mulai dari 10-200 persen, dan untuk mobil tarifnya mulai 15-95 persen, sesuai kapasitas isi silinder, tingkat konsumsi bahan bakar, dan emisi gas CO2.

Baca juga: Daftar Lengkap Mobil 1.500 cc Diskon PPnBM yang Diperpanjang hingga Agustus 2021

Pada awal 2021, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tanggal 25 Februari 2021 yang mengatur tentang insentif PPnBM atas pembelian kendaraan bermotor tertentu.

Aturan ini kemudian diperbarui dengan PMK-31/PMK.010/2021 tanggal 31 Maret 2021 memperluas jenis kendaraan yang mendapat insentif pajak.

PMK itu memuat ketentuan pemberian insentif sebesar 100 persen untuk Masa April dan Mei 2021, 50 persen untuk Masa Juni s.d. Agustus 2021, dan 25 persen untuk Masa September-Desember 2021, dengan syarat kandungan lokalnya minimal 60 persen.

Baca juga: Waktunya Membeli Rumah, Pajak Ditanggung Pemerintah, Ini Kriterianya

Demi menjaga daya beli masyarakat di sektor industri kendaraan bermotor, pemerintah kemudian menerbitkan PMK-77/PMK.010/2021 tanggal 28 Juni 2021.

PMK itu mengatur perubahan besaran insentif menjadi 100 persen untuk Masa April dan Mei 2021, 100 persen untuk Masa Juni s.d. Agustus 2021, dan 25 persen untuk Masa September-Desember 2021.

Melihat antusiasme masyarakat memanfaatkan fasilitas ini, pemerintah kemudian melakukan penyesuaian kebijakan melalui PMK-120/PMK.010/2021 tanggal 13 September 2021.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved