Breaking News:

Polres Lebak Periksa Para Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana Bantuan Bencana di Dinsos

Polres Lebak mulai mendalami kasus dugaan korupsi dana bantuan bencana alam yang melibatkan pejabat di Dinas Sosial Kabupaten Lebak.

TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Kantor Dinas Sosial Kabupaten Lebak 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Polres Lebak mulai mendalami kasus dugaan korupsi dana bantuan bencana alam yang melibatkan pejabat di Dinas Sosial Kabupaten Lebak.

Hal tersebut sebagai tindak lanjut adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan uang negara yang dialokasikan untuk bantuan bagu warga yang terdampak bencana alam.

Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono mengatakan, bahwa pihaknya saat ini mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyelewengan dana bansos tersebut.

"Kita sudah menurunkan beberapa tim dari anggota kami untuk memeriksa dan menyelidiki para saksi terkait," katanya saat dihubungi, Rabu (6/10/2021).

Selain itu, dirinya juga telah melakukan koordinasi dengam pihak Inspektorat Kabupaten Lebak yang menangani kasus dugaan penyelewengan anggaran tersebut.

Baca juga: Ketika Terdakwa Kasus Korupsi Masker Emosional di Ruang Sidang, Nangis dan Dipeluk Seorang Pria

Hal tersebut, agar kasus yang menjerat aparat penyelenggara negara dapat terang benderang.

"Kita terus melakukan koordinasi dengan pihak Inspektorat, nanti setelah kita telah mendapatkan barang bukti yang kuat, akan kita kabarkan ke rekan-rekan media," terangnya.

Sebelumnya, Oknum pejabat di Dinas Sosial Kabupaten Lebak diduga terlibat dalam kasus pidana korupsi bantuan korban bencana alam tahun 2021.

Baca juga: Eks Kades Telaga Korupsi Dana Desa Rp 493 Juta, Uangnya untuk Bayar Utang

Berdasarkan data yang diperoleh, total dana bantuan yang diambil oleh terduga pelaku sebesar Rp 341 juta rupiah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra membenarkan adanya bantuan yang diambil dan tidak disalurkan oleh salah satu pegawainya.

"Kita dalami informasi tersebut dan lakukan investigasi ke lapangan. Ternyata benar, uang yang disalurkan tidak sesuai dengan nilai bantuan dari pemerintah daerah. Setelah ditanya, dia mengakui menilep uang bantuan. Walaupun sekarang untuk yang Curugbitung udah selesai," ujarnya saat ditemui di Rangkasbitung, Kamis (30/9/2021).

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved