Breaking News:

Virus Corona

Digitalisasi Pelayanan Kesehatan Bantu Ringankan Tugas Nakes selama Pandemi Covid-19

Industri kesehatan tanah air mengalami perubahan selama masa pandemi Covid-19. Namun, digitalisasi pelayanan kesehatan menghadapi beragam tantangan.

Editor: Glery Lazuardi
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi tenaga kesehatan disuntik vaksin Covid-19 - Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Industri kesehatan tanah air mengalami perubahan selama masa pandemi Covid-19. Namun, digitalisasi pelayanan kesehatan menghadapi beragam tantangan.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani, mengatakan layanan digital di sektor kesehatan masih berfokus pada layanan untuk kenyamanan pasien.

"Sampai saat ini belum ada sebuah platform digital yang mewadahi kebutuhan-kebutuhan para tenaga kesehatan di Indonesia," ujarnya, dalam keterangannya, pada Senin (11/10/2021).

Baca juga: BPJS Kesehatan Prakarsai Pelatihan kepada Tenaga Kesehatan Kota Tangerang untuk Penanganan Diabetes

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga, 1525 Tenaga Kesehatan di Lebak Disuntik Vaksin Moderna

Temuan di lapangan didapati tenaga kesehatan kerap mengalami stress akibat prosedur dan koordinasi yang rumit dan banyak kendala.

Hal itu seperti, pencatatan dan pengarsipan data yang menumpuk, ataupun tidak sempat untuk mengikuti pelatihan-pelatihan karena terkendala jarak.

Selain itu, masih banyak tenaga kesehatan yang tertekan akibat kesulitan dalam mencari pekerjaan di bidang kesehatan karena sedikitnya akses informasi lowongan kerja dan lokasinya cukup jauh.

Untuk itu, mengikuti perkembangan zaman, tenaga kesehatan harus semakin profesional dan mampu beradaptasi, pada konteks ini peran kesehatan digital menjadi hal yang penting dalam membantu keseharian tenaga kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kegiatan di lapangan.

"Sektor kesehatan semakin terdigitalisasi seiring perkembangan zaman terlihat dari kemudahan layanan telekonsultasi dan telemedicine yang memudahkan pasien, ataupun layanan reservasi secara online," kata dia.

Baca juga: Insentif Tenaga Kesehatan Sebesar Rp 5,8 Triliun Sudah Dibayar, Bagaimana Nasib Nakes di Daerah?

Baca juga: Sebagai Booster, 500 Tenaga Kesehatan Kabupaten Serang Sudah Suntik Vaksin Covid-19 Moderna

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, bersama Asosiasi Healthtech Indonesia menyelenggarakan sosialisasi.

Sosialisasi bertajuk Platform Digihealth: Digitalisasi Tenaga Kesehatan dan Webinar Strategi Tenaga Kesehatan Menghadapi Stress di Masa Pandemi kepada asosiasi kesehatan dan tenaga kesehatan di seluruh penjuru Indonesia.

Acara dibuka oleh Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc selaku Dirjen Aptika Kominfo, Dr. Ir. I Nyoman Adhiarna, M.Eng selaku Dir. Ekonomi Digital Kominfo, dan Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK, Dr. dr.Irmansyah, Spk.KJ(K)

Memaparkan materi “Transformasi Digital pada Kesehatan”, dan dr. Gina Anindyajati Sp.KJ sebagai narasumber “Strategi Tenaga Kesehatan Menghadapi Stress di masa Pandemi” melalui platform Zoom yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.30, Minggu (10/10).

Turut hadir secara daring ketua terpilih IDI (dr. Adib) dan Dewan pakar ADINKES (Prof. Budi Wiweko), Asosiasi Health Tech Indonesia (AHI) dr. Gregorius Bimantoro selaku Chairman Asosiasi HealthTech Indonesia (AHI) Sosialisasi platform Digihealth dilakukan karena

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved