Update Bentrok Antar-kelompok Mahasiswa Unpam: Polres Tangsel Amankan 2 Orang
Aparat Polres Tangerang Selatan menangkap dua mahasiswa anggota Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Pamulang.
Ia pun mengaku saat ini pihaknya masih mempertanyakan kronologi yang disiarkan pihak Unpam tersebut.
Pasalnya, Adit menegaskan tak ada mediasi yang dilakukan oleh pihak universitas kepada kedua belah pihak.
"KBM Unpam menyikapi peristiwa tersebut bagi kita kampus tidak menempatkan dirinya sebagai penengah untuk bagaimana mediasi. Akhirnya banyak statemen di media bahwa seolah-olah pihak kampus menyudutkan kita sebagai KBM Unpam, padahal mediasi belum terjadi, yang artinya tidak ada penjelasan secara seimbang. Tidak ada upaya utk mendudukkan kedua belah pihak," pungkasnya.
Untuk diketahui, insiden bentrokan dua kelompok mahasiswa terjadi di Bursa Kuliner kawasan Jalan Puspiptek Raya, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Senin (11/10/2021).
Terdapat sejumlah korban luka-luka dari kalangan pemuda akibat bentrokan dari dua kelompok mahasiswa tersebut.
Belakangan diketahui, dua kelompok mahasiswa itu merupakan mereka yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Pamulang (Unpam).
Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin, mengatakan para korban menjadi aksi pengeroyokan dari bentrokan tersebut hingga perlu mendapat perawatan intensif di rumah sakit kawasan Ciputat.
"Mereka janjian di kuliner depan, terus sehabis itu ribut di situ ada yang digebukin (keroyok-red)," ungkapnya, kepada Wartakotalive.com (Group TribunBanten.com) saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Senin (11/10/2021).
Adapun ia mengaku saat ini pihaknya telah meringkus pelaku pengeroyokan akibat bentrokan antar dua kelompok mahasiswa Unpam tersebut.
"Sudah ketangkap (pelaku-red)," tuturnya.
Baca juga: Fakta di Balik Tawuran antar Kelompok Mahasiswa Unpam, 2 Orang Dirawat Akibat Luka di Kepala
Dean (26) selaku saksi mata peristiwa mengatakan Bentrokan itu terjadi pada Minggu, 10 Oktober 2021 sekira pukul 14.00 WIB.
"Pertama kali saya lihat langsung ada keributan gitu. Pertama teriak-teriak, kedua langsung ada keributan saling kejar, saling banting, saling pukul yang saya lihat," katanya kepada Wartakotalive.com saat ditemui di lokasi peristiwa, Serpong, Kota Tangsel, Senin (11/10/2021).
Dean menuturkan dirinya tak mengetahui awal mula bentrokan antar dua kelompok pemuda tersebut.
Menurutnya tiba-tiba saja dua kelompok tersebut saling serang hingga merusak sejumlah fasilitas kantin tempat ia bersama sejawatnya berjualan.
Bahkan, terdapat korban luka-luka dari dua kelompok yang saling serang itu.