Liga 2

Konflik Berbuntut Panjang, Putut Wijanarko Somasi Manajer Perserang Babay Karnawi, Ini Alasannya

Konflik antara mantan pelatih Perserang Serang, Putut Wijanarko dan manajer Perserang Serang, Babay Karnawi berbuntut panjang.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Manajer Perserang Babay Karnawi memberikan arahan kepada para pemain Perserang di sela latihan di Stadion Heroik Taman Kopassus, Taktakan, Kota Serang, pada Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Konflik antara mantan pelatih Perserang Serang, Putut Wijanarko dan manajer Perserang Serang, Babay Karnawi berbuntut panjang.

Seperti dilansir dari laman Bolasport.com, ada Kamis (4/11/2021) kemarin, Putut Wijanarko memberikan surat somasi kepada Babay Karnawi.

Putut Wijanarko memberikan surat somasi itu setelah dia dinyatakan tidak bersalah dalam kasus pengaturan skor di klub Perserang.

Atas dasar itu Putut Wijanarko memberikan somasi kepada Babay Karnawi karena sudah merasa dirugikan.

Putut Wijanarko langsung meminta bantuan kepada Biro Pengacara dan Konsultan Hukum yakni Mahkamah Keadilan, untuk menyelesaikan masalah ini.

Baca juga: Perserang Move On Usai Diterpa Kasus Pengaturan Skor, Bagaimana Peluang Promosi ke Liga 1?

Inti dalam surat somasi itu meminta Babay Karnawi untuk meminta maaf secara keluarga telah mencemarkan nama baik Putut Widjanarko.

Babay Karnawi juga diminta untuk memberikan bukti bahwa Putut Widjanarko benar-benar ikut terlibat dalam kasus pengaturan skor tersebut.

Nama Putut Wijanarko, mantan pelatih Perserang sempat terseret dalam kasus percobaan match fixing atau pengaturan skor yang menimpa Perserang Serang.

Maka dari itu, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pun memanggil Putut Wijanarko untuk dimintai keterangan.

Setelah didalami, Putut Wijanarko dipastikan tidak terlibat dalam kasus percobaan pengaturan skor tersebut.

Meskipun, Putut Wijanarko menerima laporan bahwa ada upaya match fixing.

Karena kejadian ini, Putut Wijanarko dipecat dari kursi pelatih Perserang Serang.

Selain Putut Wijanarko, Perserang Serang juga memberhentikan lima pemain.

Mereka adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Ade Ivan Hafilah, dan Aray Suhendri.

Kelimanya dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI yang merujuk pada pasal 64 ayat (1) dan (2) point a jo pasal 8 jo pasal 9 Kode Disiplin PSSI tahun 2018.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved