Liga 2
Konflik Berbuntut Panjang, Putut Wijanarko Somasi Manajer Perserang Babay Karnawi, Ini Alasannya
Konflik antara mantan pelatih Perserang Serang, Putut Wijanarko dan manajer Perserang Serang, Babay Karnawi berbuntut panjang.
Ketika kasus itu mencuat, beredar kabar bahwa Putu Widjanarko telah mengundurkan diri.
Hal itu pun dibenarkan dan diketahui oleh Babay selaku manager Perserang.
Hanya saja, pengunduran diri yang dilakukan Putu dianggap sepihak, hanya melalui pesan Whatsapp kepada manajer.
Sehingga manajemen belum memutuskan, untuk menerima atau tidaknya pengunduran diri tersebut.
Di samping itu, Putut diketahui sudah meninggalkan mess pelatih Perserang.
Menurut penilaian Babay bahwa hal itu salah, sehingga keputusan rapat manajemen adalah menolak pengunduran diri pelatih kepala dan melakukan pemecatan.
Babay berharap apa yang menimpa Perserang bisa menjadi yang terakhir dalam persepakbolaan di Indonesia.
Di mana praktik-praktik seperti itu, menurutnya telah merusak integritas sepakbola itu sendiri dan merugikan semua pihak, termasuk seluruh pecinta sepakbola Indonesia.
Babay mengatakan bahwa match fixing adalah pelanggaran terbesar dalam dunia olahraga dan harus diperangi bersama.
"Apabila kita mengetahui adanya Match fixing, tetapi dengan sengaja diam, melakukan pembiaran dan tidak melaporkan adanya Match fixing, juga suatu kesalahan yang besar,” tegas Jibay.
Baca juga: Eks Pemain Ditelepon Mr X Diimingi Uang Rp 150 Juta, Ini Kronologi Pengaturan Skor di Perserang
Untuk diketahui, Pihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memutuskan sanksi terhadap lima mantan pemain Perserang Serang dan satu pemain Persic Cilegon terkait kasus dugaan pengaturan skor.
Seperti dilansir dari laman PSSI pada Kamis (4/11/2021) ini, Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah menggelar sidang pada Senin-Rabu dini hari (1-3) November 2021 terkait pembahasan kasus dugaan match fixing pertandingan Perserang Serang.
Sidang Komdis tersebut dilaksanakan di Kantor PSSI dan diikuti dua anggota Komdis, yaitu Khairul Anwar, Aji Ridwan Mas, wakil ketua Eko Hendro Prasetyo, dan dipimpin Ketua Komdis Irjen Pol (Purn) Erwin TPL Tobing.
"Manajemen Perserang telah mengirimkan surat kepada PSSI pada 28 Oktober 2021. Mereka melaporkan kronologi dugaan match fixing oleh pihak luar kepada pemain Perserang. Komdis kemudian meminta keterangan dari pelapor dan terlapor," kata Ketua Komdis, Erwin TPL Tobing.
Komdis PSSI juga sudah meminta keterangan dari pelapor dan terlapor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/manajer-perserang-babay-karnawi-memberikan-arahan-kepada-para-pemain-perserang.jpg)