Breaking News:

Korupsi Masker di Banten

Terdakwa Korupsi Masker di Banten Menangis Saat Bacakan Pembelaan: Sedih Tak Bisa Kasih Jajan Anak

Sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan masker KN95 di Dinas Kesehatan Provinsi Banten kembali digelar hari ini.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Sidang kasus korupsi pengadaan masker KN95 di Dinas Kesehatan Provinsi Banten kembali digelar hari ini dengan menghadirkan tiga terdakwa, Selasa (16/11/2021) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan masker KN95 di Dinas Kesehatan Provinsi Banten kembali digelar hari ini.

Dalam sidang yang digelar secara online pada Selasa (2/11/2021) di Pengadilan Negeri Serang, para terdakwa dan kuasa hukum membacakan nota pembelaan atau pleidoi.

Ada tiga terdakwa yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,680 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan masker KN95.

Ketiga terdakwa tersebut atas nama Lia Susanti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan.

Kemudian Wahyudin Firdaus selaku Direktur PT. RAM dan Agus Suryadinata selaku pihak swasta sebagai pemenang tender pengadaan masker di Dinkes Provinsi Banten.

Baca juga: Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Masker Hadirkan 3 Saksi, Ungkap Soal Awal Mula Pengadaan Masker

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Slamet Widodo para terdakwa menyampaikan pleidoi dari Rutan Pandeglang, yang tersambung dengan layar di Pengadilan Negeri.

Saat itu terdakwa Wahyudin Firdaus nampak menangis ketika membacakan pleidoi dirinya.

Ia mengatakan bahwa yang paling menyedihkan baginya saat ini, adalah pada saat anaknya meminta jajan kepadanya.

"Saya selaku bapaknya, saya tidak bisa memberikannya. Ini karena bapaknya tidak bisa mencari uang (karena ditahan,-red). Bahkan saya tidak bisa memberikan nafkah kepada keluarga saya, selama saya berada di sini (tahanan,-red)," ujar Wahyudin sambil menangis, Selasa (16/11/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved