Resensi Buku

Resensi Buku "Kopassus Untuk Indonesia-Profesionalisme Prajurit Kopassus", Kisah tak Terceritakan

Kompilasi berbagai kisah-kisah heroik ini dikatakan akan menjadi jejak jelas yang kelak berguna bagi para penerus dan pasukannya.

zoom-inlihat foto Resensi Buku
dokumentasi AM Putut Prabantoro
Buku "KOPASSUS UNTUK INDONESIA” – "Profesionalisme Prajurit Kopassus.”

Buku setebal 333 halaman in diterbitkan oleh Red&White Publishing.

Diawali dengan “Janji Prajurit Komando”, buku ini ditutup dengan pernyataan Mohamad Hasan sebagai penggagas buku dengan mengguratkan keyakinannya bahwa Bertempur Dengan Senjata Itu Hal Biasa Bagi Prajurit.

Tetapi Bagaimana Memenangi Pertempuran Tanpa Menumpahkan Darah Dan Berhasil Mencapai Tujuan Operasi Adalah Ilmu Tertinggi.

Ada pesan yang sangat bijak yang diguratkan dalam buku ini, yakni hubungan harmonis antara alam dan pasukan komando.

“Jangan Mencari Keuntungan Dari Alam, Kita Harus Bisa Mencari Manfaatnya. Alam Bisa Kita Pelihara Dan Salah Satunya Bisa Menjadi Sarana Edukasi,” tulis Hasan di halaman akhir buku ini.

Penegasan ini untuk menyatakan bahwa Kopassus tidak hanya berperang melawan musuh tetapi juga menghidupkan alam dan lingkungan hidup sebagaimana dicontohkannya dalam salah satu cerita tentang “2018, Revitalisasi Telaga Saat.”

Buku ini dilengkapi dengan BarCode agar pembaca dapat terlink langsung dengan sumber-sumber dari youtube.

“Kopassus Untuk Indonesia” bukanlah buku strategi perang tetapi lebih bercerita tentang pengalaman para tokohnya.

Satu pesan inti dari buku ini dan hal itu mengingatkan pada satu ungkapan heroik - If you don't fight for what you want, then don't cry for what you lose (Jika dirimu tidak mau bertempur untuk sesuatu yang kamu inginkan, maka jangan menangis jika kamu kehilangan).

AM Putut Prabantoro

Taprof Bidang Ideologi dan Sosbud Lemhannas RI & Alumnus PPSA XXI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved