Breaking News:

Jembatan Bojong Apus Lebak yang Diresmikan Puan Maharani Kini Miring dan Rusak, Diterjang Banjir

Jembatan Bojong Apus rusak sejak diterjang arus deras Sungai Ciujung pada 2019.

TribunBanten.com/Nurandi
Warga melewati Jembatan Bojong Apus di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, yang rusak setelah diterjang arus deras Sungai Ciujung, Rabu (8/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Jembatan Bojong Apus rusak sejak diterjang arus deras Sungai Ciujung pada 2019.

Hingga Rabu (8/12/2021), jembatan yang dibangun pada 2015 itu belum diperbaiki.

Jembatan yang diresmikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, pada 2016 ini memiliki panjang 70 meter dan tinggi 10 meter. 

Perannya begitu penting karena menjadi akses empat kampung di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

Empat kampung itu adalah Bojong Apus, Rancawiru, Ciberang, dan Bojong Asem.

Baca juga: Warga Takut Melewati Jembatan Bojong Apus Lebak yang Rusak Diterjang Banjir, Tapi Terpaksa

Mulyana, warga Kampung Rancawiru, mengatakan jembatan jadi tumpuan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja dan juga akses anak sekolah.

"Ketika jembatan masih kokoh, perekonomian masyarakat juga terbantu," kata pria berusia 30 tahun ini saat melintasi jembatan, Rabu (8/12/2021).

Melalui jembatan itu, warga juga bisa lebih cepat sampai ke Rangkasbitung.

Selain Jembatan Bojong Apus, akses warga lain adalah Jembatan Bojong Asem.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved