Internasional

Puluhan Warga Sipil di Myanmar Diduga Dibunuh, Begini Keterangan Saksi dan Kronologinya

Kasus pembunuhan massal terjadi di Myanmar hingga menyebabkan 40 orang dikabarkan telah tewas.

Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Tangkapan layar liputan BBC.
Penemuan mayat korban pembunuhan massal Militer Myanmar. Sebanyak 40 warga sipil tewas setelah disiksa oleh Militer Myanmar. 

Pembunuhan itu merupakan serangan terhadap militer oleh kelompok-kelompok milisi sipil di daerah tersebut.

Jelas dari bukti visual dan kesaksian yang dikumpulkan oleh BBC bahwa laki-laki secara khusus menjadi sasaran, sesuai dengan pola yang diamati di seluruh Myanmar dalam beberapa bulan terakhir, penduduk desa laki-laki menghadapi hukuman kolektif atas bentrokan antara Pasukan Pertahanan Rakyat dan militer.

Baca juga: Selain Ampun Bang Jago, Ternyata Rakyat Myanmar Menggandrungi Lagu-lagu Indonesia, Ini Buktinya

Keluarga mereka yang terbunuh bersikeras bahwa orang-orang itu tidak terlibat dalam serangan terhadap militer.

Ada seorang wanita lainnya yang mengatakan kalau ia memohon kepada tentara terkait saudara laki-lakinya.

"Jangan katakan apa-apa. Kami lelah. Kami akan membunuhmu," kata wanita itu menirukan suara tentara.

Disclaimer:

Wartawan asing telah dilarang meliput di Myanmar sejak kudeta, dan sebagian besar media non-pemerintah telah ditutup, membuat pelaporan di lapangan menjadi mustahil.

BBC menyampaikan tuduhan yang diangkat dalam cerita ini kepada Wakil Menteri Informasi dan juru bicara militer Myanmar, Jenderal Zaw Min Tun.

Di mana mereka tidak menyangkal adanya pembunuhan massal itu.

massal.

"Itu bisa terjadi," katanya.

"Ketika mereka memperlakukan kami sebagai musuh, kami memiliki hak untuk membela diri."

Kini, PBB sedang menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh militer Myanmar.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pembunuhan Massal oleh Militer Myanmar Terungkap, 40 Warga Sipil Disiksa sampai Meninggal

Sumber: Tribun Banten
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved