Ironi Pertanian Di Kota Serang, Gabah Petani Malah Dijual ke Karawang
Gabah hasil panen padi di Kota Serang dijual ke luar Serang, seperti Karawang, hal menjadi kendala bagi Pemkot Serang dalam penanganan hasil panen
Penulis: mildaniati | Editor: Ahmad Haris
Adhari bersama pengurus lainnya akan berusaha membantu para penyuluh di tingkat lapangan, untuk memberikan edukasi dalam bertani pada para petani.
"Kami KTNA sering mendapatkan pelatihan-pelatihan sehingga kami bisa membantu para penyuluh di tingkat lapangan itu tantangannya dan itu program kerja kami ke depan," ujarnya.
Adhari melanjutkan, tantangan ke depan cukup berat, karena perkembangan lahan persawahan yang semakin berkurang dan tergerus oleh perumahan-perumahan.
Hasil panen pun harganya tidak menentu, kebutuhan alat pupuk, obat dan lainnya terus meningkat.
Baca juga: Syafrudin Ingin Jual Aset Lahan Milik Pemkot Serang yang Ditempati Masyarakat Tanpa Bayar Pajak
"Bicara pertanian, luar biasa berat karena hasil panen tidak menentu, tapi kebutuhan alat, obat, pupuk dan lainnya naik terus harganya."
"Racun rumput dulu Rp 75 sampai Rp 80 ribu sekarang sudah Rp 135 ribu perliter," terangnya.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan pertanian Kota Serang Sony August menambahkan, terkait gabah yang dijual ke Karawang, pihaknya bersama Pemda Kota Serang akan menelusuri.
"Sebenarnya penggilingan padi yang belum ada, atau tak sebagus di Karawang," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/petani-padi-serang.jpg)