Vaksin Booster Pakai Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna, Ini Alasannya

Vaksin Covid-19 booster atau dosis ketiga sudah dimulai sejak 12 Januari 2022.

Editor: Glery Lazuardi
(Shutterstock)
Ilustrasi vaksin 

Untuk Sinovac, reaksi merugikan (KIPI) cenderung rendah.

Biasanya mereka mengalami sakit di lokasi penyuntikan," katanya.

Titer antibodi tidak menentukan tingkat perlindungan

Kendati demikian, Ririn mengatakan bahwa titer antibodi tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan tingkat perlindungan terhadap Covid-19.

"Titer antibodi di sini dalam hal ini tidak selalu secara serta merta mencerminkan imunitas tubuh manusia, ini hanyalah salah satu faktor saja," paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Nasional Kemenkes, Irene Lorinda Indalao.

Baca juga: Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Kabupaten Serang Dimulai, Bupati Berikan Semangat Murid SDN Ciruas 1

Dia mengungkapkan, bahwa titer antibodi tidak selalu mencerminkan imunitas tubuh manusia.

"Walaupun ada penurunan titer, tidak berarti bahwa imunitas setelah vaksin tidak semakin baik," tutur Irene.

Dia menambahkan, karena keterbatasan penelitian, pihaknya belum mengevaluasi respons T sel, maupun mengevaluasi status infeksi lanjutan dari peserta penelitian.

"Tetapi nanti di studi-studi mendatang, ini akan menjadi menarik untuk dievaluasi," pungkasnya.

Tulisan ini sudah tayang di kontan.co.id berjudul Tanpa Sinovac, Vaksin Booster Pakai Pfizer, Moderna & Astrazeneca, Ini Alasannya

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved