Breaking News:

Kesehatan

Vitamin D Disebut Dapat Mengurangi Angka Kesakitan dan Kematian karena Covid-19, Simak Penjelasannya

Vitamin D disebut dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian yang disebabkan karena Covid-19.

Editor: Anisa Nurhaliza
SHUTTERSTOCK/FunKey Factory
Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Vitamin D disebut dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian yang disebabkan karena Covid-19.

Pernyataan tersebut dibenarkan sesuai dengan penelitian pada jurnal yang sudah ada.

Melansir dari TribunHealth.com, jurnal yang membahas tentang penelitian tersebut telah dilakukan diberbagai negara.

Beberapa negara diantaranya adalah Amerika, India, dan Spanyol.

Baca juga: Vaksin Ditemukan, Mampu Cegah Virus Corona? Peneliti Khawatir Efek Samping

Seorang peneliti yang berasal dari Chicago memberikan penjelasan bahwa orang yang memiliki vitamin D yang tinggi dalam tubuhnya, memiliki kemungkinan yang kecil untuk terpapar Covid-19.

Kemungkinan kecil terpaparnya Covid-19 yakni turun hingga 50 persen pada seseorang yang memiliki vitamin D yang tinggi.

Founder Vitamin D Society Indonesia, dr. Henry Suhendra, Sp.OT menjelaskan baha vitamin D memiliki kegunaan untuk mencegah angka kesakitan dan kematian karena Covid-19.

Henry juga menjelaskan bahwa, jika masyarakat masih banyak yang meragukannya, artinya banyak yang belum paham tentang pentingnya memahami jurnal kesehatan.

Baca juga: Kumpulan 9 Bahan Makanan yang Kaya dengan Vitamin C, dari Cabai hingga Jeruk

"Jadi bagi yang masih ragu, itu berarti belum mendengar atau melihat dilik di jurnal," tandas Henry.

Ia mengatakan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan Vitamin D.

Indonesia merupakan wilayah yang bisa merasakan matahari sepanjang tahun.

Pasalnya Indonesia berada di wilayah ekuator.

Walau demikian, sayangnya pada 2020, rata-rata vitamin D penduduk Indonesia paling rendah di antara 5 negara besar di Asia Tenggara.

Baca juga: Kasus Mingguan Covid-19 Terus Meninggat, Kementerian Kesehatan Ketatkan Tracing dan Testing

Yaitu hanya berkisar 17,2 ng/ml dalam darah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved