Breaking News:

Iuran JKN-KIS hingga 31 Desember 2021 Rp 139,55 T, BPJS Kesehatan Siap Jalankan Inpres No 1/2022

Selain itu, juga terdapat 2.810 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas melayani pelanggan di kantor BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (1/7/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Hingga 31 Desember 2021, penerimaan iuran peserta JKN-KIS tercatat mencapai Rp 139,55 triliun.

Dari sisi peningkatan akses pelayanan kesehatan pada 2021, terdapat 23.608 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Selain itu, juga terdapat 2.810 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Perluasan kerja sama dengan fasilitas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan akses layanan kesehatan peserta JKN-KIS akan terus dilakukan BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan sebagai penyelenggaran program JKN-KIS, siap berkolaborasi dengan puluhan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Baca juga: Apa Itu P-Care? Inilah Fungsi Aplikasi P-Care Vaksinasi dari BPJS Kesehatan

Hal itu sesuai perintah Presiden Joko Widodo kepada 30 kementerian/lembaga melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2022.

Inpres itu mengoptimalkan pelaksanaan JKN-KIS dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing.

Dirut BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengatakan penerbitan inpres adalah titik awal penguatan kolaborasi pihaknya dengan 30 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Kolaborasi untuk meningkatkan sinergi dalam penyelenggaraan program JKN-KIS.

Baca juga: Kepala BPJS Kesehatan Tigaraksa: Ratusan Ribu Warga Kabupaten Tangerang Belum Terdaftar BPJSKes

Menurut Ghufron, program JKN-KIS merupakan program strategis pemerintah yang berdampak besar bagi masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved