Breaking News:

ASN Terlibat Jaringan Teror, FKPT Banten: Terorisme Tak Pandang Usia, Profesi, Jenis Kelamin & Agama

Aparat penegak hukum di Indonesia sedang gencar menangkap sejumlah orang yang terduga teroris.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUN LAMPUNG/TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA
PENGGELEDAHAN DENSUS 88 - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Gang Mahoni 1, Nomor 9, Way Halim Permai, Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (3/11/2021). Penggeledahan tersebut dilakukan lantaran diduga menjadi gudang atau tempat penyimpanan barang barang milik salah satu terduga teroris yang diamankan beberapa hari lalu dan ditemukan sejumlah barang berupa ratusan kotak amal bertuliskan LAZ ABA, serta 5 unit CPU komputer yang diduga ada kaitannya dengan sumber pendanaan yang untuk kepentingan salah satu kelompok atau jaringan teroris 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Aparat penegak hukum di Indonesia sedang gencar menangkap sejumlah orang yang terduga teroris.

Bahkan beberapa hari lalu, tim Densus 88 Antiteror Polri juga telah menangkap seorang ASN terduga teroris di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Baca juga: Kabar Terbaru Densus 88 Antiteror Kembali Tangkap 7 Orang Anggota Teroris Diduga Anggota JI dan ISIS

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten, Amas Tadjuddin mengatakan pihaknya sudah sejak lama menyampaikan agar mewaspadai kelompok terorisme.

"Karena kelompok terorisme ini sudah tidak lagi memandang usia, memandang profesi, jenis kelamin dan agama," ujarnya saat menghadiri peresmian gedung 8 lantai RSUD Banten, Rabu (16/3/2022).

Amas menuturkan bahwa sejak dahulu sudah ada ASN di Banten yang ditangkap karena terindikasi teroris.

Bahkan sebelumnya, kata Amas, sudah ada yang ditangkap seorang pegawai negeri di SMPN Kota Serang.

"Kalau yang kemaren di Tangerang kan, PNS di Dinas Pertanian," ujarnya.

Amas menilai, dengan adanya fenomena keterlibatan seseorang dari lingkungan ASN.

Itu mulai membuka bahwa seseorang yang terpapar radikal terorisme.

Di mana kini penyebaran paham radikal sudah menyusut ke komponen masyarakat termasuk ASN.

"Oleh karena itu, pembinaan terhadap ASN. Kepada para pihak, baik pak Gubernur ataupun Walikota, Bupati itu harus dapat diberikan tindakan tegas atau warning untuk ASN itu di mana pun berada," ungkapnya.

Baca juga: Istri Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Melakukan Perlawanan saat Digeledah: Gak Nyangka

Menurut Amas, persoalan itu harus ditindak tegas oleh para atasannya.

Apalagi saat ini, kata dia, tersiar kabar bahwa ada sekitar 40 persen tenaga honorer.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved