Virus Corona

Muncul Varian Covid-19 XE, Penularan Lebih Tinggi Dibandingkan Omicron Siluman

Badan Keamanan Kesehatan Inggris melaporkan ada 637 kasus XE yang telah diidentifikasi saat itu.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Varian virus Corona XE ditemukan di Inggris.

Varian ini adalah kombinasi dari subvarian Omicron BA.1 dan BA.2.

Varian Covid-19 yang disebut sebagai XE telah diidentifikasi pertama kali di Inggris pada 22 Maret 2022.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris melaporkan ada 637 kasus varian XE yang telah diidentifikasi saat itu.

Varian XE pertama kali terdeteksi di Inggris pada 19 Januari 2022.

Mengutip ABC, Selasa (5/4/2022), varian ini merupakan kombinasi dari varian Omicron asli BA.1 dan subvarian atau "Omicron Siluman" BA.2.

Jenis kombinasi ini dikenal sebagai varian rekombinan.

Baca juga: Saat FK UGM Menguji Sampel Covid-19, Ternyata Ditemukan Varian Omicron Siluman di Yogyakarta

Menurut Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, penularan varian XE sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan subvarian Omicron BA.2.

"WHO menekankan perlunya penelitian lebih lanjut terkait temuan awal ini," katanya dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/4/2022).

Adapun hingga saat ini varian XE belum terdeteksi di Indonesia.

Masyarakat diminta untuk tidak panik berlebihan terhadap munculnya varian XE ini.

Pemerintah terus memantau perkembangan varian XE dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyesuaian kebijakan.

"Ketakutan yang berlebihan pun akan berpengaruh pada imunitas tubuh menghadapi berbagai ancaman penularan penyakit di sekitar kita," ucap dia.

Ahli epidemiologi dan kepala inovasi di Rumah Sakit Anak Boston, John Brownstein mengatakan, varian rekombinan terjadi berulang-ulang.

"Ini terjadi berulang-ulang. Faktanya, alasan mengapa ini adalah rekombinan varian XE adalah karena kami sudah memiliki XA, XB, XC, XD, dan tidak ada satupun yang menjadi perhatian nyata," ujar Brownstein.

Indikasi awal dari Inggris menunjukkan XE bisa sedikit lebih menular daripada BA.2.

Baca juga: Gejala Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sangat Cepat Menular dan Bisa Menembus Sistem Imun

Hal ini diduga dari banyaknya kasus XE sebesar 1 persen dari total kasus Covid-19 yang telah menjalani pengurutan genom di Inggris.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis informasi serupa, mengutip perkiraan yang menunjukkan varian XE 10 persen lebih mudah menular daripada BA.2.

Namun, temuan tersebut memerlukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut.

Selain itu, sampai saat ini juga belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian XE dapat lolos dari vaksin, atau menyebabkan penyakit yang lebih parah atau lebih mematikan.

Mengutip NBC, Senin (4/4/2022), otoritas kesehatan mengungkapkan data yang lebih baru menunjukkan XE memiliki tingkat pertumbuhan 9,8 persen di atas BA.2.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Satgas Covid-19: Varian Baru Corona XE Lebih Menular dari BA.2

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved