Di Bali, Ada Goa Dijadikan Restoran, Disbud Kabupaten Badung Tunun Tangan Bentuk Tim Peneliti

Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Bali bakal membentuk tim untuk meneliti goa yang dijadikan restoran di Jalan Pura Goa Lempeh, Kuta Selatan.

Editor: Ahmad Haris
Kompas.com/ Yohanes Valdi Seriang Ginta
Gua yang dijadikan restoran di Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebuah goa di Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali dijadikan sebagai restoran.

Hal itu membuat Pamong Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, Bali, I Made Warsika turun tangan.

Pihaknya bakal membentuk tim untuk meneliti goa tersebut. 

Menurut I Made Warsika, tim tersebut akan melakukan kajian untuk mengetahui apakah di goa tersebut terdapat peninggalan sejarah dari zaman purba.

Baca juga: Di KTT G20 di Bali, Menlu China Wang Yi Sebut Persahabat Beijing dan Rusia Sangat Erat

"Siapa tahu ada tertinggal kehidupan zaman dulu (purba) dan dimanfaatkan, siapa tahu. Seminggu (ke depan) ini kita akan lakukan kajian," kata dia saat ikut dalam tim gabungan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di goa yang terletak di kawasan hotel The Edge, Badung, pada Selasa (19/7/2022).

Selain itu, ujar Warsika, tim ini akan melakukan kajian mulai dari asal muasal pembentukan goa tersebut, termasuk ukuran dan kedalamannya.

Ia mengatakan jika dilihat secara kasat mata, goa ini bukan buatan manusia tetapi terbentuk secara alami.

Luas goa ini sekitar 12 meter persegi dan dindingnya berbatu karang berupa stalaktit dan stalagmit.

"Sementara pemanfaatannya, kita belum bisa memastikan apakah goa orang purbakala karena timnya belum turun," kata dia.

Warsika menambahkan, seharusnya pihak hotel membuat laporan saat menemukan goa tersebut sebelum menjadikannya sebagai restoran.

Sebab, modifikasi yang mereka lakukan cukup berisiko merusak kealamian goa tersebut.

"Cukup berisiko karena menghilangkan kesan alami dan kehidupan sebelumnya ada apa enggak," kata dia.

Sementara itu, Ketut Sumatra selaku Financial Controller Hotel The Edge mengaku, pihaknya tidak melakukan perubahan terhadap keaslian goa tersebut dan hanya memodifikasi bagian tertentu saja.

"Kalau mengubah sama sekali tidak ada, kami seperti apa adanya, cuma dek-nya yang kita tambahin," kata dia.

Sebelum dimanfaatkan menjadi restoran, Sumatra mengatakan, pihaknya sempat melibatkan tim ahli untuk meneliti goa tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved