Breaking News:

Bharada E Dijerat Pasal 'Bersama-sama', Mungkinkah Ada Pelaku Lain Terkait Pembunuhan Brigadir J?

Penerapan Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP mengindikasikan Bharada E bukan pelaku tunggal pembunuhan Brigadir J. Siapa menyusul?

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Jasad Brigadir J. Bharada E telah berstatus tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J. Setelah berstatus sebagai tersangka, Bharada E langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Upaya penetapan status tersangka itu dilakukan pada Rabu (3/8/2022) malam. 

TRIBUNBANTEN.COM - Bharada E telah berstatus tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Setelah berstatus sebagai tersangka, Bharada E langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

Upaya penetapan status tersangka itu dilakukan pada Rabu (3/8/2022) malam.

Bharada E dijerat Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Baca juga: Mahfud MD Kantongi Pelanggaran SOP Polri di Kasus Brigadir J, Dapat Info Penting dari Intelijen

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, mengatakan upaya penetapan status tersangka itu berdasarkan laporan polisi yang disampaikan keluarga Brigadir J.

Andi Rian menyatakan Bharada E bukan dalam posisi membela diri pada saat menembak Brigadir J.

"(Pasal KUHP,-red) 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56. Bukan bela diri," kata dia, saat sesi jumpa pers di Mabes Polri, pada Rabu (3/8/2022).

Pasal 338 KUHP berbunyi:

“Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun."

Pasal 55 KUHP berbunyi:

"(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana: 1. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan; 2. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya."

Kemudian Pasal 56 KUHP berbunyi:

"Dipidana sebagai pembantu kejahatan: 1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved