Terlibat Jaringan Internasional, 5 Teroris Ditangkap Densus 88, Masing-masing Jalani Tugas Penting
Lima tersangka teroris kelompok jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan Anshor Daulah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di tiga provinsi.
“Kami berusaha mendukung peran perempuan di seluruh dunia," kata CEO Educational Initiatives Nouf Abdullah, dalam keterangannya, pada Jumat (22/7/2022).
Pada Maret 2021, Indonesia dikejutkan aksi pelaku teroris berinisial ZA, seorang mahasiswa dropout berusia 25 tahun.
ZA melempar tembakan sebanyak enam kali di komplek Mabes Polri sebelum akhirnya dilumpuhkan. ZA merupakan lone wolf yang berideologi ISIS.
Untuk menghadapi tantangan global, kata Nouf Abdullah, perempuan harus dibekali kepemimpinan strategis dalam mengelola dan mengatasi tantangan global, termasuk ekstremisme berbasis kekerasan.
Untuk itu, dia berharap dapat mencetak pemimpin perempuan yang handal tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran perempuan dan lingkungannya terhadap paham ekstremisme.
Baca juga: Napi Teroris Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Menyatakan Ikrar Setia kepada NKRI
Untuk mendorong peran perempuan Indonesia dalam penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kerja sama internasional dengan Educational Initiatives yang berbasis di Arab Saudi
Pembicaraan kerja sama berlangsung di Jakarta, Kamis (21/7/2022) antara Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, MH dengan Nouf Abdullah Al-Rakan selaku CEO dari Educational Initiatives.
Menurut Boy Rafli perempuan memiliki peran vital untuk turut memberantas ekstremisme yang terjadi di lingkungannya. Caranya dengan ikut mengembangkan moderasi beragama.
Penguatan peran perempuan ini akan direalisasikan melalui pelatihan kepemimpinan perempuan Indonesia yang akan dikerjasamakan dengan Educational Initiatives yang berbasis di Arab Saudi.
“Kerja sama ini bagian dari penguatan kerja sama internasional, khususnya dalam counter terrorism dan juga khusus untuk program leadership, program untuk perempuan-perempuan muda Indonesia,” kata Boy Rafli Amar.
Baca juga: Mahasiswi di Malang Aktif Galang Dana untuk ISIS, Dana Digunakan untuk Bantu Kegiatan Teroris
Sementara itu, Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones melihat terdapat perubahan pola yang dilakukan teroris khususnya kelompok pro ISIS.
Perubahan pola yang dimaksud adalah penggunaan perempuan semakin diandalkan dalam melakukan serangan bom.
"Jadi memang ada evolusi dan sulit kembali ke masa lalu, perempuan akan main suatu peranan penting di masa depan," ucap Jones
Menurut Jones, salah satu alasan dilibatkannya perempuan dalam aksis teror yakni motivasi pribadi dari pelaku.
"Perempuan mulai seperti didorong lebih aktif lagi karena motivasi pribadi dan keluarga," ujar Jones.
Baca juga: Nikita Mirzani Ngadu ke Kapolri usai Rumahnya Dikepung Polisi Sejak Jam 3 Subuh: Emang Saya Teroris?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/buronan-terduga-teroris-ditangkap-di-lampung-timur.jpg)