Batalyon 120 Makassar, Ormas eks Preman untuk Turunkan Angka Kriminal, Heboh Usai Markas Digerebek
Batalyon 120 Makassar sedang menjadi sorotan. Batalyon 120 Makassar merupakan ormas beranggotakan eks preman.
"Pembentukan Batalyon 120 itu pertama kali saya dinas Januari di sini, saya melihat fenomena banyaknya tawuran, banyak perang kelompok A, B, di mana-mana," kata Kombes Budhi Haryanto di Tribun Timur.
"Tawuran ini hampir terjadi setiap hari. Dan masyarakat boleh bercerita, itu fakta," katanya.
Kombes Budhi Haryanto menilai upaya pemberantasan tawuran selama ini belum efektif.
Ia mengibaratkan pemberantasan selama ini bagai menyemprot nyamuk.
"Diseprot besok ada lagi. Nah saya berpikir waktu itu, kita punya ide, kita kumpulkan anak-anak pelaku kriminal ini, kita kumpulkan jadi satu dalam wadah," katanya.
Baca juga: Polres Metro Tangerang Tangkap 73 Pelajar SMA yang Tawuran di Jalan, Satu Pelajar Alami Luka Bacok
Kombes Budhi Haryanto mengatakan ide gagasannya itu telah ia konsultasikan dengan unsur forkopimda Makassar.
Antara lain Dandim, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo.
"Saya bertanya kita harus bagaimana, di situ muncul ide kita wadahi, dan muncul ide Batalyon 120. Supaya mereka ada kebanggaan, supaya anak pelaku kriminal ini punya kebanggaan, supaya wadah," kata Kombes Budhi Haryanto.
Kronologi Penggerebekan Markas Batalyon 120
Tim Thunder Polda Sulsel menggerebek Sekretariat Batalyon 120 di Jl Korban 40.000 Jiwa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (11/9/2022) dini hari.
48 orang, tiga diantaranya perempuan berusia belasan tahun diamankan dalam penggerebekan ini.
Mereka digelandang ke Polsek Tallo beserta barang bukti 164 anak panah, sejumlah parang dan samurai, enam senjata rakitan jenis papporo, dan beberapa botol minuman keras.
Video penggerebekan sekretariat dan penangkapan puluhan anggota Batalyon 120 ini, beredar di grup-grup WhatsApp Minggu siang.
Pada bulan Januari 2022, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budi Haryanto menginisiasi pembentukan Batalyon 120, dengan menggandeng pemuda lorong.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto meresmikan berdirinya organisasi kepemudaan dengan tagline ‘Jaga Makassar Ta’ (Jaga Kota Makassar kita) ini, Senin (14/3/22).
Batalyon 120 didirikan dengan tujuan menjaga keamanan Kota Makassar dari perang antar kelompok maupun aksi pembusuran di jalanan.
Batalyon ini juga mengusung tagline ‘Masih Mau Ko’ (apa kalian masih mau) yang bermakna penyesalan para pemuda yang dulunya suka tawuran kemudian merangkul satu sama lain untuk menjadi orang baik.
Dewan Pembina Batalyon 120, antaralain Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny Pomanto, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto dan mantan Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad.
Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Makassar Demo dan Blokade Jalan Hingga Bakar Ban
Anggota organisasi ini adalah anak-anak lorong dari berbagai latar belakang, termasuk preman dan mantan preman berusia 15 hingga 35 tahun.
Organisasi ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemuda mendapatkan program pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar demi mendapatkan pekerjaan.
Menurut informasi, jumlah anggota Batalyon 120 saat ini lebih dari 1000 orang.
Dalam konferensi pers, Komandan Batalyon 120 Makassar, Izhald, membenarkan sebanyak 48 orang dibawa aparat kepolisian dalam penggerebekan sekretariatnya.
Dari 48 orang itu, kata Izhald, tidak semua terdaftar sebagai anggota Batalyon 120.
“Kalau anggota kami ada 24 orang. Selebihnya anggota binaan kami," jelas Izhald, Minggu sore.
Dia menjelaskan, Batalyon 120 merupakan organisasi kepemudaan yang berfokus pada pembinaan pelaku kriminal jalanan.
"Sebelum masuk Batalyon 120, kami melakukan pembinaan kepada mereka (remaja dan pemuda) agar penyakit masa lalunya tidak terulang," tambahnya.
Baca juga: Wanita di Makassar Simpan 7 Mayat Bayi dalam Kotak Makan, Ternyata Hasil Hubungan Gelap sejak 2012
Izhald menyayangkan penggerebekan yang dilakukan oleh aparat kepolisian karena tidak memiliki surat perintah.
"Penggerebekan ini mau kita pertanyakan. Karena tidak ada surat perintah dan keterangan juga tidak ada," ujarnya.
Banyaknya botol minuman keras (miras) yang ditemukan di sekretariat Batalyon 120, kata Izhald, adalah hasil pengumpulan yang dilakukan anggota batalyon untuk dijual dan uangnya untuk pengelolaan sekretariat.
"Kalau miras itu hanya botolnya saja. Jadi ini kan sekretariat butuh uang untuk pengelolaan. Jadi kami sampaikan kepada teman-teman kalau misal ada barang-barang bekas yang masih laku dijual termasuk botol, kumpulkan di sini." jelasnya
"Misalnya, teman-teman minum di luar atau menemukan orang minum. Kalau selesai minum kumpulkan botolnya kemudian kita beli token listrik. Karena sumber dana kami ini swadaya," tambahnya.
Izhald mengakui banyak busur atau anak panah di sekretariatnya. Busur itu diperoleh dari calon anggota yang hendak bergabung dengan Batalyon 120.
"Kalau busur itu memang ada di dalam gudang, tapi bukan dalam penguasaan mereka (yang ditangkap). Kenapa kami menyimpan busur, karena setiap anak-anak yang kami rekrut, kami minta sajam yang biasa mereka gunakan," tambahnya.
Anak panah yang dikumpulkan dari calon anggota batalyon, lanjutnya, akan diserahkan ke Polrestabes Makassar.
"Jadi sebenarnya, kami mau bawa itu busur hari Senin (hari ini). Entah itu dimusnahkan atau apa. Kami sudah lima kali proses penyetoran sajam atau busur ke Polrestabes ," jelasnya.
Batalyon 120 sudah merangkul banyak mantan pelaku kriminal jalanan. Baik di wilayah Makassar maupun dari kabupaten tetangga.
"Tujuan dibentuknya Batalyon agar dapat merangkul mereka supaya tidak melakukan kejahatan lagi. Kami mulai melebarkan sayap, karena per hari ini masih banyak masyarakat yang mengeluh akan geng motor. Jadi ada sembilan ketua geng motor yang sudah kami rekrut. Misalnya, geng Bodrex dan geng Terobos itu sudah kita rekrut," ujarnya.
Informasi diperoleh Tribun, ke-48 orang yang diamankan dari sekretariat Batalyon 120 tidak sampai sehari di Polsek Tallo.
Setelah didata, mereka dipulangkan pada Minggu siang.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Benarkah Propam Mabes Polri Turun Periksa Batalyon 120 Makassar? Begini Jawaban Polda Sulsel
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Batalyon 120, Ormas Bentukan Forkopimda Makassar yang Kini Disorot usai Markasnya Digerebek
Profile of Battalion 120, an Ormas Formed by Forkopimda Makassar which is now in the spotlight after its headquarters was raided
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Jumpa-Pers-di-Polrestabes-Makassar.jpg)