Breaking News:

378 Orang Kena DBD, Dinkes Kota Cilegon Tekan Masyarakat untuk Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Dinas Kesehatan Kota Cilegon tekan masyarakat agar selalu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Sopian Sauri
Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat, Pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Febri Naldo. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Dinas Kesehatan Kota Cilegon menekankan masyarakat, agar selalu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Hal itu dalam rangka upaya mengurangi kasus Demam Berdarah atau DBD di Kota Cilegon.

Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat, pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Febri Naldo mengatakan, pihaknya mengaku sudah membuat surat himbauan, yang sudah ditandatangani Wali Kota Cilegon Helldy Agustian.

Baca juga: Sepanjang Tahun 2022 Ada 274 Kasus DBD di Kota Cilegon, Satu Orang Meninggal Dunia

Surat tersebut untuk disebarkan kepada seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Cilegon.

"Mengingat kasus DBD ada 378 orang, kita sudah membuat surat himbauan langusng yang sudah ditandatangani pak Wali Kota, untuk disalurkan kepada Kematan-kecamatan dan kelurahan semuanya, supaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk," ujar Febri, Selasa (27/9/2022).

Lebih lanjut, Febri menegaskan, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Karena proses jentik menjadi nyamuk dari 9 sampai 14 hari.

"Kita tahu DBD itu mulai dari jentik butuh proses 9 sampai 14 hari dari mulai jadi telur, jentik, hingga nyamuk," jelasnya.

Karena itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan melakukan tiga M.

"Makanya dengan kasus ini mengimbau kepada masyarakat, untuk meningkatkan PSN ( pemberantasan sarang nyamuk) dengan 3 M yaitu menguras, mengubur, dan menutup," imbuhnya.

Ia juga menyatakan, nyamuk Aedes Aegypti itu hidup di air yang bersih, bukan di air yang kotor berbeda dengan nyamuk yang lainnya.

Baca juga: Kasus DBD di Kabupaten Serang Tinggi, Dinkes Sindir Perilaku Hidup Sehat Masyarakat Masih Rendah

"Karena itu masyarakat harus peka dan sadar, dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk," ucapnya.

Febri juga mengungkapkan, selama ini kasus penyumbang paling tinggi di Kota Cilegon masih di Kecamatan Jombang.

"Derah jombang masih yang tertinggi, dengan kasus kalau tidak salah ada 3 orang meninggal," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved